Cerita Prabowo Pernah Dibilang Setengah Gila Gara-gara Program Makan Bergizi Gratis

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menceritakan pengalamannya saat mencanangkan Program Makan Bergizi Gratis, bagi seluruh anak Indonesia dan ibu hamil. Program tersebut menuai ejekan dan diragukan oleh banyak pihak
"Waktu saya mencanangkan program ini, saya diejek, saya ditertawakan, saya dibilang setengah gila atau mungkin sudah gila. Mana mungkin kasih makan ke semua anak Indonesia, mana mungkin," kata Prabowo dalam puncak peringatan Hari Guru Nasional 2024 di Velodrom, Jakarta, Kamis (28/11/2024).
Namun, Prabowo dengan tegas menepis keraguan tersebut, dan bertekad kuat untuk mewujudkannya.
"Saya katakan mungkin dan akan! Kita harus jadi bangsa yang berani. Jangan belum apa-apa bilang mana mungkin. Menyerah sebelum berusaha, menyerah sebelum berjuang," ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Baca Juga: Makan Bergizi Gratis Ditargetkan Cakup 82,9 Juta Jiwa pada 2027
Komitmen itu pun terbukti dengan mulai banyaknya dukungan yang didapatkan dari berbagai pihak, untuk mensukseskan Program Bergizi Gratis. Tak hanya dari dalam negeri, namun berbagai negara juga mendukung program ini.
Diketahui, setelah China dan Brasil, kini Inggris mengungkapkan minat bekerja sama dengan Indonesia, untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi Presiden RI, Prabowo Subianto.
Hal ini terungkap dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, di Downing Street, London, Kamis (21/11/2024) waktu setempat.
"Kami menyadari pentingnya gizi yang tepat untuk anak-anak dan mendukung pendidikan mereka. Dalam hal ini, Presiden (Prabowo) menguraikan program nasional Indonesia untuk menyediakan makanan bergizi dan sehat bagi anak sekolah dan ibu hamil dengan tujuan untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045," tulis keterangan Joint Statement dari pertemuan tersebut yang diunggah di situs resmi pemerintah Inggris.
"Untuk tujuan ini, kami menantikan kemungkinan kerja sama termasuk melalui berbagi praktik terbaik dan pelajaran yang dipelajari di bidang ini," jelas keterangan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








