BMKG: Cuaca Ekstrem Mengintai, Siapkan Diri Hadapi Hujan Lebat dan Angin Kencang!

AKURAT.CO Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, memperingatkan masyarakat terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam waktu dekat, terutama Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam sesi diskusi di salah satu stasiun televisi swasta, Andri mengingatkan, masyarakat perlu mewaspadai transisi dari musim kemarau ke musim penghujan.
“Berdasarkan pantauan kami, beberapa wilayah akan mengalami cuaca ekstrem dalam waktu dekat. Setelah merasakan panas, minggu depan Jawa, misalnya, berpotensi menghadapi hujan di sore hingga malam hari,” ujar Andri, Minggu (3/11/2024).
Saat ini, wilayah Indonesia tengah mengalami peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, dengan cuaca cerah dominan pada pagi hingga siang hari.
Baca Juga: Pramono Anung Ogah Komentari Pertemuan Paslon Lain dengan Sejumlah Tokoh
Namun, BMKG mencatat pertumbuhan awan hujan yang signifikan, terutama di Pulau Jawa, Bali, dan NTT.
Khususnya untuk Jabodetabek, masyarakat perlu bersiap menghadapi potensi hujan disertai angin kencang, petir, dan bahkan hujan es, yang bertolak belakang dengan cuaca panas beberapa minggu terakhir.
Andri juga mengingatkan tentang berbagai dampak cuaca ekstrem, mulai dari banjir, tanah longsor, luapan sungai, hingga angin kencang yang dapat merobohkan pohon dan tiang reklame.
“Kewaspadaan dan persiapan menjadi sangat penting, seperti memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik, memperkuat tanggul, serta memangkas pohon yang rapuh. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko banjir dan dampak buruk lainnya, mengingat puncak musim penghujan diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun,” tambahnya.
Baca Juga: Manfaat Menunda Sarapan: Energi Lebih Tahan Lama dan Metabolisme Lebih Sehat
Andri juga menyebut, fenomena La Nina yang sudah mulai aktif sejak akhir Oktober akan semakin memperkuat intensitas cuaca ekstrem.
Selain La Nina, BMKG memperingatkan dampak dari siklon tropis di wilayah utara serta gelombang atmosfer yang juga mempengaruhi dinamika cuaca di Indonesia.
Untuk menghadapi kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat agar terus memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala.
“Menjelang akhir November dan awal Desember, kita akan mengalami periode pergantian hujan dan panas. Hujan ekstrem bersifat sporadis, jadi penting untuk mengikuti informasi terkini dari BMKG,” tutup Andri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










