Jokowi Singgung RUU Perampasan Aset Tak Kunjung Diproses, Puan: Jika Dipercepat Akan Jadi Lebih Baik?

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, merespons singgungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang Revisi Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, yang belum diproses hingga saat ini.
Dia justru mempertanyakan kepada awak media, apakah jika RUU Perampasan Aset dipercepat, akan bisa lebih baik bagi masyarakat dan yang lainnya.
"Apakah dipercepat akan menjadi lebih baik? Itu tolong tanyakan itu," ujarnya kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/8/2024).
Dia menegaskan, setiap pembahasan UU harus didasari persyaratan yang cukup dan dengan masukan pula dari setiap kalangan masyarakat.
Baca Juga: Pakar Hukum Dukung Langkah Jokowi Dorong DPR Sahkan RUU Perampasan Aset
"Yang pasti setiap pembahasan Undang-Undang itu harus memenuhi persyaratan yang ada, kemudian harus mendapatkan masukan dari seluruh elemen masyarakat yang dibutuhkan, kemudian persyaratan hukum dan mekanismenya itu terpenuhi," tuturnya.
Dia juga tidak dapat memastikan apakah RUU Perampasan Aset bisa dirampungkan dalam periode ini atau tidak. Karena DPR masih memprioritaskan hal yang penting yang harus diselesaikan.
"Sehingga dalam masa waktu yang tinggal pendek ini, apakah kemudian sempat atau tidak sempat, jadi kita fokus pada hal-hal yang memang penting harus diselesaikan," pungkas Puan.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat memuji langkah DPR RI yang sigap membatalkan Revisi UU Pilkada yang menganulir putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Jokowi lalu menuturkan harapannya agar DPR RI bersikap sama terhadap regulasi lainnya. Dia lalu mengungkit soal nasib RUU Perampasan Aset, yang menurutnya sangat penting untuk pemberantasan korupsi.
"Dan harapan itu juga bisa diterapkan untuk hal-hal yang lain juga, yang mendesak, misalnya seperti RUU perampasan aset, yang juga sangat penting untuk pemberantasan korupsi, juga bisa segera diselesaikan oleh DPR," kata Jokowi dalam keterangan pers yang diunggah di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (27/8/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








