Akurat

Pemberdayaan Desa Jadi Kunci Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto | 14 Februari 2026, 23:34 WIB
Pemberdayaan Desa Jadi Kunci Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

AKURAT.CO Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, menegaskan pemberdayaan desa menjadi kunci dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) dan forum Village Economic Talk di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Muhaimin menjelaskan paradigma pemberdayaan merupakan pendekatan baru dalam strategi pembangunan nasional.

Menurutnya, selama ini program pengentasan kemiskinan kerap berjalan parsial tanpa tata kelola yang menyeluruh, sehingga target penurunan angka kemiskinan belum optimal.

“Presiden mendorong cara berpikir baru, strategi baru, dan pendekatan dari bawah dengan tata kelola yang lebih terintegrasi. Paradigma pemberdayaan inilah yang kami dorong,” ujarnya.

Ia juga menyinggung optimisme Presiden Prabowo Subianto dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 terkait target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

Menurutnya, target tersebut harus dibarengi penguatan fondasi ekonomi dari desa.

Baca Juga: Soemitro Fest di Purworejo: Koperasi Tak Lagi Tua, Cara Lama Rasa Baru

“Kalau Indonesia ingin maju, penguatan desa menjadi keniscayaan. Semua pemerintahan menempatkan desa sebagai prioritas karena di sanalah fondasi ekonomi rakyat berada,” kata Muhaimin.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun ekosistem pembangunan yang utuh dan tidak terfragmentasi.

Pemerintah, katanya, tidak dapat bekerja sendiri tanpa kolaborasi dengan organisasi masyarakat dan pelaku usaha, termasuk APUDSI.

Sejumlah langkah strategis yang didorong antara lain penguatan inkubasi usaha desa, peningkatan kapasitas pelaku usaha, akses permodalan, perluasan pasar melalui sistem omni-channel, hingga ekspansi global produk desa.

Ia juga menyoroti percepatan penguasaan teknologi sebagai faktor penting untuk meningkatkan daya saing nasional.

“Dalam bidang teknologi kita masih perlu mengejar berbagai ketertinggalan. Sambil mendorong inovasi dalam negeri, kita juga harus adaptif terhadap perkembangan global,” jelasnya.

Muhaimin menegaskan komitmen pemerintah untuk terus berkolaborasi dalam membangun desa yang maju dan sejahtera sebagai fondasi Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat secara ekonomi.

“Mari kita lanjutkan langkah-langkah strategis ini untuk mewujudkan desa yang maju dan sejahtera, serta Indonesia yang adil dan makmur,” tegasnya.

Baca Juga: Soemitro Fest 2026: Koperasi Goes To Campus, Saatnya Anak Muda Pimpin Ekonomi Kolektif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.