Sampoerna Genjot Inovasi Produk Bebas Asap Lewat Teknologi dan Sains

AKURAT.CO PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) terus memperluas inovasi dalam sains dan teknologi guna menghadirkan produk tembakau bebas asap sebagai alternatif yang lebih baik bagi konsumen dewasa pengguna nikotin.
Upaya ini sejalan dengan visi Philip Morris International (PMI) selaku induk usaha HMSP untuk menciptakan masa depan tanpa asap rokok.
Dalam ajang Technovation 2025 di Jakarta, Director Scientific Engagement PMI Tomoka Iida menegaskan bahwa inovasi produk bebas asap yang berbasis pada konsep pengurangan risiko (harm reduction) dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat secara luas.
Baca Juga: Gudang Garam dan HM Sampoerna Terdepak dari IDX30, Digeser Emtek dan Waskita!
“Ketika Anda memiliki produk yang terbukti secara ilmiah lebih baik dari rokok, dan perokok dewasa memiliki akses untuk beralih, maka Anda benar-benar akan melihat dampaknya secara nyata di tingkat populasi,” ujar Tomoka di Jakarta, Sabtu (5/7/2025).
Dirinya pun mencontohkan Jepang dan Swedia sebagai dua negara yang berhasil menurunkan prevalensi merokok berkat pemanfaatan produk bebas asap. Di Jepang, prevalensi merokok pada kelompok usia 20 tahun ke atas turun dari 20,1% pada 2011 menjadi hanya 9,4% pada 2023.
Sementara Swedia mencatatkan tingkat kasus kanker paru-paru pada pria hanya sekitar 17 kasus per 100.000 populasi, jauh di bawah rata-rata negara-negara Uni Eropa.
Technovation 2025 menjadi forum strategis bagi Sampoerna untuk berbagi wawasan terkait riset ilmiah dan teknologi di balik pengembangan produk bebas asap. Acara ini juga memperkuat komitmen Sampoerna dalam menciptakan ekosistem inovatif yang mendukung transformasi industri tembakau.
Marketing Director Sampoerna Andre Dahan menyampaikan bahwa Sampoerna telah menghadirkan berbagai kategori produk bebas asap untuk menjawab kebutuhan konsumen dewasa. Untuk produk tembakau yang dipanaskan, Sampoerna menghadirkan IQOS Iluma i dan BONDS by IQOS, termasuk varian TEREA Clove dan Blends by A yang menggunakan cengkih asli Indonesia menjadi yang pertama di dunia.
Baca Juga: Sampoerna dan PMI Tegaskan Komitmen pada Inovasi Produk Bebas Asap
Selain itu, untuk kategori vape, Sampoerna menghadirkan VEEV ONE dan VEEV NOW, yang dirancang melalui serangkaian uji mutu ketat. Adapun untuk kategori kantong nikotin yang digunakan secara oral, Sampoerna memperkenalkan ZYN, yang saat ini tersedia secara eksklusif di Jakarta dan Bali dalam tahap riset pasar dan pengenalan terbatas.
“Kami percaya bahwa inovasi bebas asap ini bukan hanya sekadar menjawab kebutuhan konsumen, tetapi juga berkontribusi dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan publik,” jelas Andre.
Dirinya juga menambahkan bahwa pengembangan seluruh produk tersebut dilakukan dengan standar internasional yang ketat dan didukung fasilitas Advanced Laboratory di Karawang, Jawa Barat. Fasilitas ini merupakan yang pertama di Asia dan kedua di dunia, dengan investasi sebesar USD330 juta.
Head of Quality Sampoerna, Nikolas Widhi Ananggadipa, menjelaskan bahwa Advanced Lab telah terakreditasi ISO 17025 dan didukung oleh sekitar 200 tenaga ahli Indonesia, termasuk para saintis yang fokus pada riset dan pengembangan produk bebas asap.
“Laboratorium kami mampu memproses ribuan sampel dari produk bebas asap setiap harinya, baik untuk pasar domestik maupun ekspor ke negara-negara Asia Pasifik. Pengujian ini krusial agar produk kami memenuhi standar mutu global,” ujar Niko.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






