Akurat

Plastik Indonesia Raup Rp24 Miliar di Pameran PMT 2025 Taiwan

Hefriday | 11 Juni 2025, 14:20 WIB
Plastik Indonesia Raup Rp24 Miliar di Pameran PMT 2025 Taiwan

AKURAT.CO Produk plastik Indonesia kembali menunjukkan daya saingnya di kancah internasional. Selama tiga hari penyelenggaraan Plastics, Rubber & Composite Material Fair (PMT) 2025 di Taiwan, Indonesia berhasil mencatatkan transaksi senilai USD1,52 juta atau sekitar Rp24 miliar.

Pameran berlangsung dari tanggal 4 hingga 6 Juni 2025 di International Convention & Exhibition Centre (ICC), Tainan, Taiwan.

Capaian ini menjadi sorotan positif dalam pengembangan industri plastik nasional. Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Arif Sulistiyo, menyampaikan apresiasinya terhadap hasil transaksi tersebut.

Dirinya menyebutkan bahwa pencapaian ini mencerminkan posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok global, khususnya untuk sektor manufaktur dan kemasan.

Baca Juga: Kemendag Gandeng KPK Perkuat Whistleblowing System

“Produk Indonesia membukukan transaksi USD 1,52 juta pada PMT 2025 selama tiga hari pameran. Ini menunjukkan bahwa produk plastik kita bukan hanya berkualitas, tetapi juga mampu memenuhi standar internasional yang semakin ketat,” ujar Arif dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (10/6/2025).

Arif juga merinci jenis-jenis produk unggulan yang paling diminati buyer internasional. Salah satunya adalah biaxially oriented polypropylene (BOPP), bahan baku penting dalam industri kemasan fleksibel, yang berhasil membukukan transaksi riil senilai USD840 ribu atau sekitar Rp14 miliar.

Selain itu, produk polypropylene (PP) dan polyethylene terephthalate (PET) mencatatkan potensi transaksi senilai USD682 ribu atau Rp10 miliar.

Keikutsertaan Indonesia dalam PMT 2025 diwakili oleh sembilan pelaku usaha yang tergabung dalam tiga asosiasi industri, yakni Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (INAPLAS), serta Asosiasi Biaxially Oriented Films Indonesia (ABOFI). Kolaborasi ketiga asosiasi tersebut menunjukkan sinergi kuat antara pelaku industri dan pemerintah dalam memperluas pasar ekspor.

Baca Juga: Kemendag Gandeng IKEA Naikkan Kapasitas UMKM

Salah satu peserta pameran, Direktur Utama PT Waru Duta Kencana, Christine Adri Susilowati, mengungkapkan rasa optimisme terhadap peluang pasar Taiwan. Ia menyebut, antusiasme pengunjung terhadap produk biji plastik dari Indonesia sangat tinggi selama tiga hari pameran berlangsung.

“Ini kali pertama kami mengikuti pameran di Taiwan. Antusiasme pengunjung sangat besar sejak hari pertama. Booth kami tak pernah sepi dari buyer potensial yang tertarik dengan kualitas produk yang kami tawarkan,” jelas Christine.

Ketua Asosiasi BOPP Indonesia, Santoso Samudra, juga menyampaikan apresiasinya terhadap peran KDEI Taipei dalam membuka pintu pasar global. Menurutnya, pameran ini menjadi peluang penting untuk mengenalkan plastik BOPP Indonesia, khususnya yang ramah lingkungan, kepada dunia.

“Kami berterima kasih kepada KDEI yang memfasilitasi promosi produk-produk unggulan Indonesia, khususnya plastik kemasan yang ramah lingkungan. Kami berharap sinergi semacam ini terus dilakukan secara konsisten,” ungkap Santoso.

PMT 2025 sendiri merupakan satu-satunya pameran terbesar di Taiwan yang secara khusus menghadirkan sektor plastik, karet, dan material komposit. Acara ini diikuti oleh sekitar 250 peserta dari berbagai negara dan berhasil menarik lebih dari 9.000 pengunjung dari 40 negara berbeda.

Pameran ini diselenggarakan oleh Kantor Administrasi Perdagangan Taiwan dan Kementerian Urusan Ekonomi Taiwan, serta didukung berbagai asosiasi industri.

Dari sisi perdagangan bilateral, Taiwan merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia. Pada Januari hingga April 2025, total nilai perdagangan antara kedua negara mencapai USD3,20 miliar.

Ekspor Indonesia ke Taiwan tercatat sebesar USD1,86 miliar, sedangkan impor sebesar USD1,34 miliar. Indonesia mencatat surplus sebesar USD520 juta dalam periode tersebut.

Adapun sepanjang tahun 2024, nilai perdagangan Indonesia dan Taiwan mencapai USD10,62 miliar. Ekspor Indonesia mendominasi dengan nilai USD6,68 miliar, sementara impor dari Taiwan sebesar USD3,94 miliar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi