Akurat

RI-Chile Sepakat Saling Dukung Aksesi RCEP dan CPTPP di Forum APEC

Hefriday | 20 Mei 2025, 08:05 WIB
RI-Chile Sepakat Saling Dukung Aksesi RCEP dan CPTPP di Forum APEC

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia dan Chile menegaskan komitmen untuk saling mendukung proses aksesi dalam dua perjanjian perdagangan regional utama, yakni Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan bilateral antara Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso (Busan), dan Wakil Menteri Perdagangan Chile, Claudia Sanhueza, di sela pertemuan Meeting of Ministers Responsible for Trade (MRT) APEC yang berlangsung di Korea Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menyatakan dukungan atas keinginan Chile untuk bergabung dengan RCEP, sekaligus meminta dukungan Chile terhadap aksesi Indonesia ke CPTPP.

“Indonesia menyambut baik dan mendukung langkah Chile untuk bergabung dengan RCEP. Sebaliknya, kami berharap Chile dapat mendukung proses aksesi Indonesia ke CPTPP agar berjalan secara progresif,” ujar Mendag Busan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (20/5/2025).

Baca Juga: Kemendag Siap Bahas Pembatasan Impor Singkong dan Tapioka di Forum Kemenko Perekonomian

Saat ini, Komite Bersama RCEP tengah menyusun Terms of Reference (TOR) untuk membentuk Accession Working Group (AWG) yang akan menjadi dasar operasional bagi negara-negara calon anggota. Dokumen ini ditargetkan rampung pada 2025, yang akan membuka jalan bagi Chile untuk memulai proses keanggotaan.

Sementara itu, Indonesia telah secara resmi memulai proses aksesi ke CPTPP pada 19 September 2024 melalui pengiriman surat permohonan kepada Selandia Baru selaku negara penyimpan (Depository Country). Surat tersebut diakui secara resmi pada 20 September 2024.

Dalam diskusi bersama Chile, Indonesia menekankan pentingnya pembentukan AWG dalam CPTPP agar proses negosiasi substansi perdagangan dapat segera dimulai. Fokus negosiasi meliputi akses pasar barang, jasa, investasi, dan pengadaan pemerintah.

“Indonesia optimistis dapat memenuhi standar dan ketentuan CPTPP. Kami telah memiliki pengalaman menjalin perjanjian dagang progresif dengan sembilan dari dua belas negara anggota CPTPP,” ucap Mendag Busan.

Baca Juga: Kemendag Luncurkan GASPOL, Gerakan Kamis Pakai Produk Lokal

Ia menambahkan, keanggotaan Indonesia dalam CPTPP diyakini akan memperkuat kebijakan perdagangan yang progresif dan mendorong peningkatan volume ekspor serta impor nasional.

Menanggapi hal itu, Wamendag Sanhueza menyampaikan apresiasi atas dukungan Indonesia terhadap aksesi Chile ke RCEP. Ia menyebut kawasan Asia Pasifik sebagai mitra strategis dalam memperluas jaringan perdagangan global yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Sanhueza juga memaparkan perkembangan ratifikasi Indonesia–Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA). Pemerintah Chile saat ini tengah menyelesaikan tahap akhir ratifikasi agar perjanjian dapat segera diberlakukan penuh (entry into force).

Chile turut menyambut baik penyelesaian Protokol Perdagangan Jasa (Trade in Services/TIS) dalam kerangka IC-CEPA. Protokol ini dinilai penting untuk memperluas kerja sama ekonomi bilateral.

Kedua negara juga sepakat segera memulai perundingan di bidang investasi dalam kerangka IC-CEPA. Indonesia berkomitmen menyampaikan focal point untuk isu tersebut, dengan harapan proses negosiasi dapat berlangsung lancar. General Review terhadap IC-CEPA dijadwalkan setelah protokol TIS mulai berlaku pada 2025.

Selain kerja sama perdagangan, Indonesia mendukung posisi Chile sebagai Mitra Pembangunan ASEAN (ASEAN Development Partner) sejak 2019. Mendag Zulkifli menegaskan komitmen untuk memperpanjang serta memperkuat kerja sama praktis ASEAN–Chile hingga 2026, terutama di bidang ekonomi digital, energi berkelanjutan, dan pengembangan UMKM.

“Kerja sama konkret ini merupakan bagian dari penguatan diplomasi ekonomi Indonesia dan membuka peluang strategis untuk ekspansi perdagangan serta investasi ke kawasan Amerika Latin,” pungkas Mendag.

Nilai perdagangan Indonesia–Chile pada periode Januari–Maret 2025 tercatat sebesar USD120,2 juta, tumbuh 8,67% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang 2024, total perdagangan kedua negara mencapai USD471,9 juta, dengan Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD201,9 juta.

Ekspor utama Indonesia ke Chile meliputi kendaraan bermotor, alas kaki, dan produk kertas. Sementara itu, impor dari Chile didominasi oleh tembaga, bubur kayu, ikan beku, kayu gergajian, dan inulin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi