Akurat

Kelapa Parut Kering Indonesia Tembus Pasar Mesir, Potensi Transaksi Capai Rp15 Miliar!

Hefriday | 3 Mei 2025, 12:10 WIB
Kelapa Parut Kering Indonesia Tembus Pasar Mesir, Potensi Transaksi Capai Rp15 Miliar!

AKURAT.CO Produk kelapa parut kering asal Indonesia kembali meraih prestasi di pasar internasional. Terbaru, PT Indonesia Nua Nusantara Commodities berhasil menarik minat pembeli dari Mesir, yang kemudian mengontrak produk kelapa parut kering dengan kadar lemak tinggi untuk diekspor.

Penandatanganan kontrak ini dilakukan secara daring dan disaksikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Lutfi Rauf, serta Atase Perdagangan KBRI Kairo, M. Syahran Bhakti, dan Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Kairo, Abdul Gafur. Direktur perusahaan Mesir, Hatim Nagah, juga hadir dalam acara tersebut.

Dubes Lutfi menyambut baik terealisasinya ekspor ini dan melihatnya sebagai bukti potensi besar produk pertanian Indonesia. Menurutnya, hilirisasi dan peningkatan nilai tambah menjadi kunci untuk memperkuat daya saing pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) Indonesia di pasar internasional.

"Kami berharap ini menjadi inspirasi bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk terus berinovasi," ujar Lutfi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (3/5/2025).

Baca Juga: Tarif Trump Buka Peluang Ekspor RI ke BRICS dan TPP

Dalam kontrak awal, disepakati pengiriman satu kontainer berisi 26 ton kelapa parut kering senilai USD78 ribu atau sekitar Rp1,28 miliar ke Pelabuhan Damietta, Mesir. Potensi nilai transaksi selama setahun diperkirakan mencapai USD936 ribu, setara dengan Rp15,41 miliar.

Atase Perdagangan Kairo, M. Syahran Bhakti, mengungkapkan bahwa kerja sama ini tidak hanya mendorong peningkatan ekspor Indonesia tetapi juga membuka peluang besar mengingat Mesir adalah pusat distribusi yang strategis. Produk Indonesia, khususnya kelapa parut kering, dapat menjangkau pasar Afrika, Timur Tengah, dan negara-negara sekitarnya.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa ekspor kelapa parut kering ke Mesir terus menunjukkan tren positif. Pada Januari 2025, nilai ekspor produk ini mencapai USD654 ribu, meningkat lebih dari 100% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada 2024, total ekspor kelapa parut kering ke Mesir mencapai USD5,43 juta, dengan pangsa pasar Indonesia sebesar 12,41%. Indonesia bersaing ketat dengan negara-negara lain seperti Vietnam, Sri Lanka, Brasil, dan India dalam memenuhi permintaan pasar Mesir.

Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Kairo, Abdul Gafur, menekankan pentingnya menjaga kualitas produk, ketepatan waktu pengiriman, dan kelengkapan dokumen ekspor. Kepercayaan mitra bisnis, terutama yang berasal dari Mesir, menjadi faktor krusial dalam menjaga hubungan jangka panjang.

Direktur perusahaan Mesir, Hatim Nagah, mengungkapkan optimisme terhadap kerja sama ini dan menyebut kontrak dagang dengan Indonesia sebagai langkah awal kemitraan yang berkelanjutan. Hatim menargetkan pemenuhan pesanan dapat dilakukan dalam waktu 40 hari setelah pembayaran uang muka.

Baca Juga: Ekspor Indonesia Tumbuh 6,9 Persen di Tengah Tantangan Diversifikasi

Direktur PT Nua Nusantara Commodities, Muhammad Adam Ghazani, menyampaikan apresiasi atas dukungan konkret dari KBRI Kairo dalam proses ekspor ini. Adam juga menyoroti peran aktif Atase Perdagangan M. Syahran Bhakti dalam penjajakan bisnis hingga penandatanganan kontrak sebagai kunci keberhasilan ekspor perdana ini.

"Bagi kami, ini lebih dari sekadar bisnis. Ini adalah simbol dukungan negara bagi generasi muda yang ingin menembus pasar global," ujar Adam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi