Akurat

Atasi Tantangan Global, Starbucks Korea Tambah Jumlah Gerai

Ratu Tiara | 12 Februari 2024, 12:40 WIB
Atasi Tantangan Global, Starbucks Korea Tambah Jumlah Gerai

AKURAT.CO Pada tahun 2023, Korea Selatan menempati peringkat keempat untuk jumlah gerai Starbucks terbanyak, mencapai total 1.893 gerai. Menurut laporan dari Yonhap News pada Senin (12/2/2024), peningkatan ini terjadi setelah Starbucks menambah 116 gerai baru di Korea Selatan, didorong oleh permintaan yang terus meningkat. 

Starbucks pertama kali masuk ke pasar Korea Selatan pada tahun 1999 melalui kemitraan dengan Shinsegae Group, salah satu perusahaan ritel Korea. Penjualan mereka pada kuartal ketiga tahun 2023 mencapai 758,6 miliar won atau setara dengan US$ 560 juta, dengan laba operasional sebesar 49,8 miliar won. Saat ini, Starbucks Korea mempekerjakan sekitar 23.000 orang. 

Baca Juga: Ssst! Ini Resep Tiruan Minuman Starbucks Yang Dapat Dibuat Di Rumah, Pastinya Enggak Ada Produk Israel

Meskipun begitu, mereka masih kalah dalam jumlah gerai dengan merek lokal seperti Ediya Coffee yang memiliki lebih dari 3.000 gerai dan Mega Coffee dengan 2.785 gerai pada tahun yang sama. Sebelumnya, Starbucks menghadapi boikot setelah Starbucks Workers United, sebuah serikat pekerja, menyatakan dukungan mereka terhadap warga Palestina. 

CEO Starbucks, Laxman Narasimhan, mengungkapkan kesulitan penjualan di Timur Tengah dan dampak negatif dari boikot terhadap gerai di AS. Meskipun penjualan di AS mengalami kenaikan 5% pada kuartal pertama fiskal, banyak pelanggan hanya berkunjung sesekali.

Saham Starbucks juga mengalami penurunan sekitar 2% sejak awal Februari 2024, seiring dengan laporan penjualan yang dipengaruhi oleh perang. 

Baca Juga: Mantap! Pengelola Gerai Starbucks Berhasil Balikan Rugi Ratusan Miliar Jadi Untung

Narasimhan mencatat upaya perusahaan untuk memulihkan permintaan dengan promosi dan peluncuran produk minuman baru.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.