Mahasiswa Tolak Roti dari Polisi Saat Demo di DPR: Itu Punya Rakyat!

AKURAT.CO Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026), diwarnai momen unik ketika massa aksi menolak bantuan roti yang dibagikan aparat kepolisian.
Saat demonstrasi berlangsung, sejumlah anggota kepolisian terlihat membawa beberapa kardus berisi roti untuk diberikan kepada para mahasiswa yang berunjuk rasa. Namun, tawaran tersebut ditolak oleh massa aksi.
Dari atas mobil komando, salah satu mahasiswa yang tengah berorasi meminta peserta aksi tidak menerima roti yang dibagikan aparat.
"Jangan diterima teman-teman. Itu untuk rakyat. Jangan diterima," ujar orator tersebut.
Tak lama kemudian, sejumlah mahasiswa berinisiatif membagikan roti-roti tersebut kepada pengguna jalan yang melintas di depan Gedung DPR/MPR RI.
"Ayo kita kasih ke masyarakat. Kita kasih ke rakyat. Ayo teman-teman," seru salah seorang mahasiswa.
Mahasiswa kemudian turun ke jalan dan membagikan roti kepada pengendara sepeda motor maupun mobil yang melintas.
Proses pembagian berlangsung tertib dan turut dibantu oleh petugas kepolisian yang berjaga di lokasi.
Baca Juga: Indonesia dan Jerman Sepakat Perkuat Diplomasi Demi Perdamaian Dunia
Sementara itu, aksi unjuk rasa menyebabkan kepadatan lalu lintas di Jalan Gatot Subroto arah Slipi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean kendaraan mengular hingga sekitar satu kilometer dari titik aksi.
Meski demikian, arus kendaraan di ruas jalan tol yang berada di depan kompleks parlemen masih terpantau ramai lancar dan tetap dapat dilalui kendaraan roda empat.
Sebelumnya, sebanyak 5.955 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di sejumlah titik di Jakarta Pusat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan personel ditempatkan di sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Silang Selatan Monas, Gedung DPR/MPR RI, dan Bundaran HI.
Personel pengamanan terdiri dari unsur Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, bantuan TNI, serta pemerintah daerah.
Menurut Reynold, pengamanan dilakukan untuk memastikan penyampaian aspirasi masyarakat berjalan aman dan tertib.
"Kami menyiapkan personel untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib. Kami mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, serta tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK










