Akurat

Pramono Larang Keras Spanduk dan Bendera Parpol 'Mejeng' di Flyover Jakarta

Siti Nur Azzura | 3 Februari 2026, 17:11 WIB
Pramono Larang Keras Spanduk dan Bendera Parpol 'Mejeng' di Flyover Jakarta

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, akan menertibkan spanduk hingga bendera partai politik yang kerap terpasang di jalan layang atau flyover Jakarta. Penertiban dilakukan untuk menjaga estetika kota, sekaligus kelancaran lalu lintas di Jakarta.

Sikap tegas tersebut usai Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh kepala daerah membersihkan baliho dan spanduk, yang dinilai mengganggu pemandangan kota.

"Termasuk yang paling penting adalah saya benar-benar ingin menertibkan, enggak ada lagi di Jakarta yang namanya flyover itu kalau partai ada acara kemudian masang di flyover," kata Pramono, dikutip Selasa (3/2/2026).

Baca Juga: Pramono: Tak Semua Pihak Senang Jakarta Bebas Banjir

Dia menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta tidak akan memberikan izin kepada partai politik untuk memasang spanduk, baliho, maupun umbul-umbul di flyover, terutama saat menggelar kegiatan atau acara tertentu.

Menurutnya, pemasangan atribut politik di jalan layang bukan hanya merusak estetika kota, tetapi juga berpotensi mengganggu keselamatan dan kelancaran lalu lintas. "Itu mengganggu banget lalu lintas yang ada di Jakarta dan itu akan kami lakukan (penertiban)," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta kepala daerah menertibkan spanduk dan baliho iklan berukuran besar yang marak di berbagai daerah. Dia menilai, keberadaan spanduk dan baliho mengganggu keindahan dan karakter khas suatu wilayah.

Baca Juga: PSI: Pramono Anung Cuek dan Gagal Paham Masalah Banjir di Jakarta

"Orang ke Bali ingin lihat Bali, dia tidak ingin lihat Kentucky Fried Chicken besar-besar. McDonald's, ya," kata Prabowo saat memberikan Taklimat Presiden pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Prabowo menilai, spanduk dan baliho iklan yang berlebihan membuat wajah kota-kota di Indonesia terlihat seragam dan kehilangan ciri khasnya.

"Dalam rangka Indonesia asri, terus terang saja saya minta kepada pemerintah tolong tertibkan iklan-iklan, spanduk-spanduk, terlalu banyak. Kalau saya ke Balikpapan dan saya ke Banjarmasin hampir enggak berbeda," jelasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.