Pemprov Jakarta Lanjutkan Normalisasi Sungai Ciliwung yang Tertunda Sejak 2017

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta kembali melanjutkan proyek normalisasi Sungai Ciliwung yang sempat tertahan sejak 2017.
Kepastian tersebut disampaikan Gubernur Jakarta Pramono Anung saat meninjau proses pembebasan lahan di Cawang, Jakarta Timur.
“Kita baru saja menyaksikan proses normalisasi Sungai Ciliwung. Ini merupakan bagian dari upaya penanganan banjir jangka menengah di Jakarta,” ujar Pramono.
Pramono menegaskan, kelanjutan proyek normalisasi dilakukan dengan pendekatan yang lebih humanis.
Pemprov Jakarta juga menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam proses pembebasan lahan agar berjalan sesuai aturan dan mengedepankan kepentingan masyarakat.
Menurut Pramono, normalisasi Sungai Ciliwung sangat penting karena berpotensi mengurangi hingga 40 persen dampak banjir di Jakarta. Proyek ini terbagi dalam dua segmen utama dengan total panjang 33,69 kilometer.
Segmen I meliputi ruas Pintu Air Manggarai–MT Haryono dengan rencana pembangunan tanggul sepanjang 14,99 km, yang saat ini telah terealisasi 8,24 km.
Baca Juga: Gibran Pastikan Pembangunan IKN Berjalan Sesuai Rencana, Tak Ada Proyek Mangkrak
Sementara Segmen II mencakup ruas MT Haryono–TB Simatupang dengan rencana panjang tanggul 18,7 km, dan realisasi mencapai 8,9 km.
“Total keseluruhan panjang normalisasi di Sungai Ciliwung mencapai 33,69 kilometer, dengan realisasi penurapan hingga saat ini sekitar 17,14 kilometer,” jelas Pramono.
Ia menambahkan, proses pembebasan lahan sepenuhnya dilakukan oleh Pemprov Jakarta, sedangkan pembangunan tanggul dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Hingga kini, proses tersebut berjalan lancar tanpa gejolak berarti dari masyarakat.
Pramono juga menegaskan bahwa warga terdampak telah menerima ganti rugi. Selain itu, Pemprov Jakarta membuka opsi bagi warga untuk menempati rumah susun milik pemerintah daerah.
“Jika masyarakat ingin memanfaatkan rumah susun yang dibangun atau dimiliki Pemprov Jakarta, kami persilakan sesuai ketentuan yang berlaku. Tentunya dengan kewajiban sewa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Ika Agustin Ningrum menjelaskan, dari total 14 wilayah terdampak, terdapat empat kelurahan yang telah ditetapkan lokasinya untuk normalisasi Sungai Ciliwung, yakni Cawang, Cililitan, Pangadegan, dan Rawajati.
Ia menargetkan hingga akhir 2026, proyek normalisasi dapat diselesaikan sepanjang 557 meter.
Pada 2025, Pemprov Jakarta telah merealisasikan pembayaran ganti rugi sebesar Rp16,3 miliar untuk 20 bidang lahan di wilayah Cawang.
“Sampai dengan akhir 2026, kami menargetkan 557 meter normalisasi dapat diselesaikan,” pungkas Ika.
Baca Juga: Daftar Lengkap Pemenang BTN Housingpreneur 2025: 57 Inovator Muda Unjuk Solusi Hunian Masa Depan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









