Jalan Rusak Akibat Banjir, Pemprov Jakarta Kaji Penggunaan Aspal yang Bisa Serap Air

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mulai mengkaji penggunaan material jalan berteknologi porus atau penyerap air sebagai upaya mengatasi kerusakan jalan protokol yang kerap terendam banjir. Langkah ini ditempuh seiring tingginya tingkat kerusakan aspal akibat genangan air dan beban lalu lintas kendaraan.
Dinas Bina Marga Jakarta saat ini mencari alternatif material jalan yang lebih tahan terhadap kondisi ekstrem tersebut. Sebab, aspal konvensional mudah rusak ketika sering terendam banjir dan terus dilintasi kendaraan.
"Kalau aspal sering terendam, kemudian dilintasi kendaraan, akan terjadi segregasi. Daya lekatnya berkurang, lalu terlepas. Kalau banjir terus dan dilintasi terus, ya pasti rusak," kata Kepala Dinas Bina Marga Jakarta, Heru Suwondo, dikutip Kamis (22/1/2025).
Baca Juga: Banjir Jakarta Memakan Korban Jiwa Jadi Peringatan Keras untuk Pemprov
Heru mengungkapkan, pihaknya sebenarnya telah mengenal dan mulai menggunakan material beton porus maupun aspal porus yang memiliki kemampuan menyerap air. Namun, penerapannya hingga kini masih sangat terbatas dan baru dilakukan di area trotoar.
"Ya ada, jadi ada beton menyerap air, ada aspal menyerap air, tapi masih digunakan di trotoar," ujarnya.
Menurutnya, penggunaan aspal porus di trotoar masih bersifat percontohan. Untuk diterapkan di badan jalan yang dilalui kendaraan bermotor, Dinas Bina Marga perlu melakukan kajian dan penelitian lebih mendalam.
"Untuk kekuatan dipakai di jalan, ini yang harus kita coba dan teliti lebih dulu," jelasnya.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Tambah 32 Bus Sekolah Ramah Disabilitas, Perluas Layanan ke 5 Rute Baru
Dia menegaskan, tantangan utama penerapan aspal porus di jalan raya Jakarta terletak pada ketahanannya terhadap beban lalu lintas harian kendaraan. Oleh karena itu, kajian teknis terus dilakukan sebelum material tersebut digunakan secara luas.
"Saya harus melakukan penelitian dulu terhadap kekuatannya. Baik beton porus maupun aspal porus, apakah kuat untuk kendaraan dan lalu lintas harian. Itu yang sedang kita kaji," pungkasnya.
Sebagai informasi, aspal porus telah diterapkan di sejumlah negara maju. Material ini memiliki rongga udara atau pori-pori yang berfungsi sebagai sistem drainase, sehingga mampu meloloskan air hujan secara efektif dan mengurangi genangan di permukaan jalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







