Padahal, untuk mempertahankan tingkat layanan yang sama dengan 2025, dibutuhkan anggaran kira-kira Rp4,8 triliun.

"Kalau anggarannya hanya Rp3,7 triliun, maka ada dua pilihan, layanannya turun atau layanannya berhenti di tengah tahun. Tentu ini tidak kita inginkan," katanya pada Kamis (8/1/2026).

"Selisih anggaran sekitar Rp1,1 triliun akan dimasukkan dalam APBD Perubahan, sehingga layanan Transjakarta tetap sama dengan 2025 sampai akhir tahun," Nirwono menambahkan.