Akurat

Lomba Digitalisasi Pasar Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Jakarta 5,18 Persen

Wahyu SK | 23 Agustus 2025, 15:47 WIB
Lomba Digitalisasi Pasar Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Jakarta 5,18 Persen

AKURAT.CO Digitalisasi menjadi kunci untuk membangkitkan kembali pasar tradisional ibu kota, termasuk Pasar Tanah Abang yang sempat lesu.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, saat mengumumkan pemenang Lomba Digitalisasi Pasar Tahun 2025 di Jakarta, yang digelar Kamis (21/8/2025).

"Digitalisasi tidak bisa dihindarkan. Kalau tidak dilombakan, tidak diadu, pasarnya tidak diamati, pasti tidak akan terjadi lompatan," ujarnya.

Pramono mencontohkan Pasar Santa yang transaksi digitalnya melonjak hingga 40 persen lebih setelah program digitalisasi.

Baca Juga: Digitalisasi Pasar Langkah Penting Menjaga Eksistensi Pasar Tradisional di Jakarta

Menurut dia, penggunaan QRIS di 20 pasar yang dilibatkan lomba bahkan naik hampir 47 persen dan jumlah pengguna NPWP juga meningkat dari 1.720 menjadi 2.129.

"Terbukti dari hasil penjurian, penggunaan QRIS di 20 pasar tersebut naik hingga 47 persen hanya dalam waktu 20 hari masa perlombaan," ujarnya.

Pramono menyebut manfaat digitalisasi bukan hanya meningkatkan transaksi, tapi juga mengurangi kejahatan di pasar.

"Copetnya pasti berkurang. Mau nyopet apa yang dicopet? Premanisme juga pelan-pelan berkurang," ungkapnya.

Baca Juga: Berantas Copet dan Preman, Pramono Ingin Pasar di Jakarta Pakai Sistem Pembayaran QRIS

Dalam kesempatan tersebut, Pramono menegaskan bahwa Jakarta tetap menjadi motor ekonomi nasional.

Pada triwulan lalu, pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat 5,18 persen lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,12 persen.

"Artinya tumbuh di atas rata-rata nasional," katanya.

Pramono juga mengapresiasi kolaborasi Bank Indonesia, OJK dan Perumda Pasar Jaya. Berkat lomba digitalisasi, sejumlah bank besar seperti BRI, Mandiri, BNI, BCA dan Bank Jakarta ikut berlomba menghadirkan layanan transaksi modern bagi pedagang.

Baca Juga: Dorong Transaksi Nontunai di Pasar Tradisional, Bank Jakarta Raih Tiga Penghargaan Digitalisasi Pasar

"Karena ini sifat manusia, kan tidak mau kalah. Maka bank-bank itu bersaing, dan hasilnya alhamdulillah maksimal," tuturnya.

Pramono memastikan lomba digitalisasi pasar akan kembali digelar tahun depan dengan juri yang lebih bergengsi.

"Saya akan ajak Ibu Menteri Keuangan sebagai juri. Pasti ikutlah," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Jakarta, Basri Baco, menyatakan dukungan penuh terhadap program digitalisasi pasar yang tengah dijalankan pemprov.

Baca Juga: Wapres Gibran: Pasar Tradisional Jadi Pilar Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Menurut dia, langkah itu sejalan dengan visi menjadikan Jakarta sebagai kota global.

Ke depan, lanjutnya, seluruh pasar di Jakarta akan diperbaiki dan direvitalisasi agar lebih layak, bersih, serta nyaman. Tak hanya fisik bangunan tetapi juga akses dan kemudahan transaksi.

"Harapannya, pengelola, pedagang dan pengunjung semuanya mendapat manfaat positif. Program ini akan kita lakukan secepat-cepatnya terhadap kurang lebih 144 pasar yang ada di DKI Jakarta," ujar Baco.

"Harus kita lakukan secepat mungkin dalam rangka mengejar target Jakarta sebagai kota global," tambahnya.

Baca Juga: BTN Dorong Digitalisasi Pasar Tradisional

Sebagai informasi, Lomba Digitalisasi Pasar berlangsung 20 hari, mulai 22 Juli hingga 10 Agustus 2025, diikuti oleh 20 pasar binaan Pasar Jaya sebagai proyek percontohan.

Proses penilaian lomba dilakukan dalam dua tahap, yakni periode pertama pada 22-25 Juli 2025 dan periode kedua pada 6-10 Agustus 2025.

Penilaian lomba terbagi dalam dua aspek, yaitu Aspek Pasar yang dinilai oleh tim juri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta Aspek Digitalisasi Perbankan yang dinilai oleh OJK dan Bank Indonesia berdasarkan laporan dari bank peserta.

Dua puluh pasar yang saat ini dilibatkan akan menjadi percontohan bagi pasar- pasar aktif lain yang dikelola oleh Perumda Pasar Jaya.

Baca Juga: Mendag Zulhas Pastikan Harga Pangan Di Pasar Tradisional Stabil Saat Ramadan

Raih Tiga Penghargaan

Bank Jakarta memperoleh tiga kategori penghargaan sekaligus, di antaranya sebagai Mitra Perbankan Terbaik Kategori Pasar B (Pasar Koja) dan Pasar A (Pasar Mayestik) serta sebagai Mitra Bank Literasi Keuangan Terbaik Kedua.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Bank Jakarta.

Dia juga menyampaikan bahwa Bank Jakarta menjadikan Lomba Digitalisasi Pasar ini sebagai ajang untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan.

"Kami memandang digitalisasi pasar tradisional sebagai bagian dari transformasi ekosistem keuangan Jakarta. Upaya ini tidak hanya menghadirkan kemudahan transaksi melalui QRIS dan EDC tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi para pelaku UMKM untuk masuk dalam sistem keuangan formal. Bank Jakarta berkomitmen menjadikan digitalisasi sebagai fondasi pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan," terang Agus.

Berikut pemenang Lomba Digitalisasi Pasar 2025:

Aspek Pasar:
- Pasar Digital Terbaik Tipe A: Pasar Mayestik (Mitra Bank Jakarta).
- Pasar Digital Terbaik Tipe B: Pasar Koja Baru (Mitra Bank Jakarta).
- Pasar Digital Terbaik Tipe C: Pasar Lenteng Agung (Mitra Bank BRI).

Aspek Perbankan:

- Kategori Program Literasi Terbaik & Teraktif: Juara 1 Bank Mandiri, Juara 2 Bank Jakarta.
- Kategori Akses Keuangan Termasif: Juara 1 Bank Mandiri, Juara 2 Bank BRI.
- Kategori Digitalisasi Keuangan Terbaik: Juara 1 Bank BNI, Juara 2 Bank BCA.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.