Akurat

Subsidi Pangan di Jakarta Kacau, DPRD Minta Kajian Kilat demi Rakyat

Citra Puspitaningrum | 24 Juli 2025, 11:58 WIB
Subsidi Pangan di Jakarta Kacau, DPRD Minta Kajian Kilat demi Rakyat

AKURAT.CO Komisi B DPRD Jakarta mendesak pemerintah provinsi segera menyusun kajian mendalam mengenai sistem pendistribusian pangan murah bersubsidi.

"Kita meminta dengan waktu yang sesingkat-singkatnya kepada pemprov untuk membuat kajian yang betul," ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD Jakarta, Wahyu Dewanto, kepada wartawan, Kamis (24/7/2025).

Langkah ini diambil untuk merespons keluhan warga penerima manfaat yang mengaku kesulitan dalam mengakses pangan bersubsidi.

Baca Juga: Pramono Gandeng PPATK dan LPSK Berantas Tindak Pencucian Uang dan Judi Online di Jakarta

Wahyu berharap kajian tersebut mampu menjadi solusi konkret atas persoalan distribusi dan tepat sasaran yang selama ini berulang dari tahun ke tahun.

"Kita berikan kesempatan pada eksekutif untuk melakukan kajian yang mendalam agar di tahun mendatang tidak terjadi hal yang sama," katanya.

Politisi Partai Gerindra ini menekankan agar bantuan pangan harus benar-benar dirasakan oleh kalangan yang berhak, seperti pemilik Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, PJLP dengan penghasilan maksimal 1,1 kali UMP, lansia, penyandang disabilitas, pemilik Kartu Anak Jakarta (KAJ), Kartu Pekerja Jakarta, penghuni rumah susun sesuai kriteria, Kader PKK, hingga guru dan tenaga pendidik non-PNS dengan penghasilan terbatas.

Baca Juga: Komisi A DPRD Jakarta Komitmen Revitalisasi RPTRA yang Rusak

"Supaya subsidi tepat sasaran. Tak ada lagi masalah klasik antrean. Sebab masalahnya klasik dari tahun ke tahun, terkait masalah distribusinya, tepat sasarannya, juga pola pengantaran subsidinya," jelas Wahyu.

Dia juga menyoroti pentingnya pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menurutnya, data yang valid dan update sangat penting agar subsidi tidak salah sasaran dan tidak menjadi warisan turun temurun.

Baca Juga: Lebih dari 600 Ribu Warga Jakarta Main Judi Online, Total Transaksi Tembus Rp3 Triliun

"Subsidi bukan untuk turun menurun. Ini hanya sekadar bantuan stimulus supaya keluarganya lebih bergizi, taraf hidupnya dan ekonominya syukur-syukur bisa meningkat," ujar Wahyu.

"Kemarin kan tidak sama sekali. Hanya benar-benar online sehingga banyak terjadi kendala," tandasnya.

Berikut daftar harga pangan murah bersubsidi di Jakarta yakni:

1. Daging sapi 1 kilogram Rp35.000

2. Daging ayam satu ekor Rp38.000

3. Telur ayam satu tray Rp30.000

4. Beras 5 kilogram Rp30.000

5. Susu satu karton isi 24 kotak (200 ml) Rp30.000

6. Ikan kembung 1 kilogram Rp13.000.

Baca Juga: DPRD Sentil Pemprov Jakarta Soal RPTRA: Jangan Hanya Diperbanyak, Tapi Juga Dipelihara

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.