Akurat

Kualitas Udara Jakarta 30 Juni 2025 Masuk Kategori Tidak Sehat, Warga Diminta Waspada

Wahyu SK | 30 Juni 2025, 08:47 WIB
Kualitas Udara Jakarta 30 Juni 2025 Masuk Kategori Tidak Sehat, Warga Diminta Waspada

AKURAT.CO Kualitas udara di Kota Jakarta pada Senin (30/6/2025) kembali menjadi sorotan.

Berdasarkan data situs pemantau polusi udara IQAir, Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) di Jakarta tercatat mencapai angka 165, yang masuk dalam kategori Tidak Sehat.

Angka ini menunjukkan bahwa tingkat polusi udara sudah berada pada level yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia serta penderita penyakit pernafasan atau jantung.

Baca Juga: AQUA Elektronik Hadirkan AC 2 PK UV Cool Premium untuk Udara Lebih Sehat di Rumah

Sebagai perbandingan, berikut adalah kategori AQI yang digunakan secara internasional:

0–50 (Baik): Kualitas udara dinilai aman bagi seluruh kelompok masyarakat.
51–100 (Sedang): Umumnya tidak berbahaya, namun individu dengan sensitivitas tertentu disarankan tetap waspada.
101–150 (Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif): Bisa menimbulkan gangguan kesehatan ringan pada kelompok rentan.
151–200 (Tidak Sehat): Seluruh lapisan masyarakat berisiko mengalami gangguan kesehatan, terutama jika terpapar dalam waktu lama.
201–500 (Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya): Dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan secara luas.

Baca Juga: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat bagi Kelompok Rentan, Warga Diimbau Waspada

Dengan AQI Jakarta yang menyentuh angka 165, para ahli mengingatkan bahwa kualitas udara pada hari ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa memperburuk kondisi medis tertentu.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengambil langkah-langkah perlindungan diri.

Kurangi Dampak Polusi Udara

Untuk meminimalkan paparan polutan udara yang berbahaya, IQAir memberikan beberapa saran praktis yang bisa diterapkan, antara lain:

1. Gunakan masker saat berada di luar ruangan, terutama masker N95 yang mampu menyaring partikel halus.

2. Batasi aktivitas di luar ruangan, terutama saat pagi hingga siang hari ketika tingkat polusi cenderung tinggi.

3. Tutup jendela rumah dan gunakan air purifier atau penyaring udara untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan tetap bersih.

4. Pantau secara berkala perkembangan indeks kualitas udara melalui aplikasi atau situs terpercaya.

Menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang tidak bersahabat menjadi tanggung jawab bersama.

Kesadaran masyarakat untuk memahami informasi AQI dan bertindak sesuai anjuran dapat membantu mengurangi risiko jangka pendek maupun jangka panjang terhadap kesehatan.

Baca Juga: Kualitas Udara Jakarta Buruk, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
W
Editor
Wahyu SK