Harga Kelapa Melonjak, Warga Terpaksa Irit dengan Beli Setengah Butir dan Dicampur Air

AKURAT.CO Harga kelapa melonjak dan terus melambung membuat masyarakat terpaksa beradaptasi dengan kondisi tersebut.
Demi tetap bisa memasak hidangan yang membutuhkan kelapa, sejumlah pembeli kini memilih untuk membeli hanya setengah butir.
Agus (60), pedagang kelapa di Pasar Paseban, Senen, Jakarta, mengatakan bahwa permintaan pembelian setengah butir kelapa meningkat pesat.
"Banyak pembeli sekarang cuma minta setengah butir kelapa, saya potong langsung di tempat. Karena harga kelapa sekarang mahal, mereka cari cara supaya tetap bisa masak tanpa harus keluar uang banyak," ujarnya pada Rabu (23/4/2025).
Ia juga menyebutkan bahwa ada trik lain yang digunakan pembeli, yaitu menambahkan air saat memeras kelapa agar santan yang dihasilkan lebih banyak.
Baca Juga: Ketua DPD Minta Pemerintah Kembali Berikan Subsidi Pupuk kepada Petani Kelapa Sawit Mandiri
Menurut Agus, kenaikan harga ini tidak terlepas dari tingginya permintaan ekspor kelapa ke luar negeri.
"Saya dengar kelapa banyak dikirim ke luar, kayak ke China. Mungkin itu juga yang bikin pasokan di sini berkurang dan harga jadi naik," katanya.
Kondisi ini turut dirasakan Ani (35), ibu rumah tangga yang menjadi langganan Pasar Paseban.
Ia mengaku terpaksa membeli setengah butir karena harga kelapa utuh kini terlalu mahal.
"Dulu saya biasa beli satu butir tapi sekarang harganya jadi dua kali lipat. Terpaksa deh beli setengah saja. Enggak masuk akal sih kelapa bisa semahal ini," keluhnya.
Ani menambahkan bahwa kenaikan harga kelapa cukup memberatkan, terutama karena pendapatan rumah tangga tidak ikut naik.
"Bayangin saja, kelapa sekarang Rp25 ribu. Dulu Rp10 ribu sudah dapat satu butir, sekarang buat beli satu saja mikir-mikir dulu, padahal bahan masakan lain juga naik. Gaji tetap segitu-gitu saja, ya makin susah," jelasnya dengan nada cemas.
Ani pun berharap kondisi ini tidak berlangsung lama.
Menurutnya, stabilitas harga bahan pokok seperti kelapa sangat penting untuk menjaga keseimbangan kebutuhan rumah tangga.
"Saya cuma bisa berharap harga kelapa turun lagi. Supaya bisa beli satu butir kayak dulu, tanpa harus ngitung-ngitung terus," katanya penuh harap.
Baca Juga: Di Pertemuan Bilateral, Jokowi Ajak Liberia Dukung Indonesia Lawan Kampanye Negatif Kelapa Sawit
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 6Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 9Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Dua Tahun Pemerintahan, Ingatkan Pentingnya Kekompakan dan Kerja Nyata
- 10Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat








