Akurat

Harga Kelapa Melonjak, Warga Terpaksa Irit dengan Beli Setengah Butir dan Dicampur Air

Wahyu SK | 24 April 2025, 17:37 WIB
Harga Kelapa Melonjak, Warga Terpaksa Irit dengan Beli Setengah Butir dan Dicampur Air

AKURAT.CO Harga kelapa melonjak dan terus melambung membuat masyarakat terpaksa beradaptasi dengan kondisi tersebut.

Demi tetap bisa memasak hidangan yang membutuhkan kelapa, sejumlah pembeli kini memilih untuk membeli hanya setengah butir.

Agus (60), pedagang kelapa di Pasar Paseban, Senen, Jakarta, mengatakan bahwa permintaan pembelian setengah butir kelapa meningkat pesat.

"Banyak pembeli sekarang cuma minta setengah butir kelapa, saya potong langsung di tempat. Karena harga kelapa sekarang mahal, mereka cari cara supaya tetap bisa masak tanpa harus keluar uang banyak," ujarnya pada Rabu (23/4/2025).

Ia juga menyebutkan bahwa ada trik lain yang digunakan pembeli, yaitu menambahkan air saat memeras kelapa agar santan yang dihasilkan lebih banyak.

Baca Juga: Ketua DPD Minta Pemerintah Kembali Berikan Subsidi Pupuk kepada Petani Kelapa Sawit Mandiri

Menurut Agus, kenaikan harga ini tidak terlepas dari tingginya permintaan ekspor kelapa ke luar negeri.

"Saya dengar kelapa banyak dikirim ke luar, kayak ke China. Mungkin itu juga yang bikin pasokan di sini berkurang dan harga jadi naik," katanya.

Kondisi ini turut dirasakan Ani (35), ibu rumah tangga yang menjadi langganan Pasar Paseban.

Ia mengaku terpaksa membeli setengah butir karena harga kelapa utuh kini terlalu mahal.

"Dulu saya biasa beli satu butir tapi sekarang harganya jadi dua kali lipat. Terpaksa deh beli setengah saja. Enggak masuk akal sih kelapa bisa semahal ini," keluhnya.

Baca Juga: 3 Menu Buka Puasa Hari Ini Sederhana Murah: Ada Resep Kwetiau Siram Sapi, Tempe Kriuk, dan Es Kelapa!

Ani menambahkan bahwa kenaikan harga kelapa cukup memberatkan, terutama karena pendapatan rumah tangga tidak ikut naik.

"Bayangin saja, kelapa sekarang Rp25 ribu. Dulu Rp10 ribu sudah dapat satu butir, sekarang buat beli satu saja mikir-mikir dulu, padahal bahan masakan lain juga naik. Gaji tetap segitu-gitu saja, ya makin susah," jelasnya dengan nada cemas.

Ani pun berharap kondisi ini tidak berlangsung lama.

Menurutnya, stabilitas harga bahan pokok seperti kelapa sangat penting untuk menjaga keseimbangan kebutuhan rumah tangga.

"Saya cuma bisa berharap harga kelapa turun lagi. Supaya bisa beli satu butir kayak dulu, tanpa harus ngitung-ngitung terus," katanya penuh harap.

Baca Juga: Di Pertemuan Bilateral, Jokowi Ajak Liberia Dukung Indonesia Lawan Kampanye Negatif Kelapa Sawit

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
W
Editor
Wahyu SK