PIK dan Wajah Baru Wisata Religi Urban: Ini Kata Anggota DPRD DKI

AKURAT.CO Anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua Umum Dharmapala Nusantara, Kevin Wu, menilai kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) telah tumbuh sebagai salah satu simpul penting wisata religi urban dan ruang toleransi di Ibu Kota.
Bukan sekadar destinasi modern, PIK dinilai sebagai representasi nyata dari kehidupan beragama yang inklusif dan harmonis.
“PIK telah menunjukkan bagaimana ruang publik bisa dibangun dengan semangat keberagaman, tanpa mengorbankan nilai spiritualitas. Ini bentuk konkret dari toleransi yang hidup dan berdaya,” ujar Kevin, Rabu (23/4/2025).
Kevin menekankan bahwa konsep wisata religi saat ini tidak lagi terbatas pada tempat-tempat ziarah konvensional.
Menurutnya, wisata juga bisa menjadi ruang kontemplatif—tempat masyarakat memperbaiki diri, menemukan makna hidup, dan memperkuat hubungan antarumat.
“Wisata jangan hanya dipahami sebagai hiburan atau hibuk semata. Kita butuh ruang-ruang perenungan. Tempat yang membangkitkan nilai spiritual sekaligus kemanusiaan. Inilah makna penting wisata religi inklusif,” jelasnya.
Baca Juga: Prabowo Utus Jokowi Hingga Natalius Pigai Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus
Ia pun mengapresiasi pengembang kawasan PIK yang dinilai responsif terhadap kebutuhan kerohanian masyarakat.
Mulai dari kehadiran fasilitas ibadah lintas agama, hingga rencana pendirian rumah ibadah bersama yang bisa diakses siapa pun.
“Ketika ada masukan, seperti belum terdengarnya azan atau kebutuhan tempat ibadah tertentu, pihak pengembang langsung bergerak. Ini bukan cuma urusan teknis, tapi bentuk nyata tanggung jawab sosial dan penghormatan terhadap keragaman,” tegas Kevin.
Lebih lanjut, Kevin menyebut semangat toleransi yang dibangun di PIK bisa menjadi role model bagi kawasan lain di Indonesia.
Bahkan menurutnya, PIK layak menjadi tuan rumah untuk berbagai kegiatan lintas agama berskala nasional maupun internasional.
“PIK telah menjadi pilot project. Bukti bahwa ruang publik bisa menjadi simbol harmoni. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal visi dan komitmen bersama,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










