Parkir Liar Jadi Tantangan Besar dalam Mewujudkan Jakarta Kota Global

AKURAT.CO Panitia Khusus Perparkiran DPRD Jakarta diminta lebih fokus dalam menangani parkir liar yang semakin marak.
Hal itu disampaikan Koordinator Pansus Perparkiran DPRD Jakarta sekaligus Wakil Ketua DPRD Jakarta, Wibi Andrino, Rabu (16/4/2025).
Menurutnya, parkir liar menjadi tantangan besar dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota bisnis global.
Wibi menjelaskan, banyak gugatan dari masyarakat terkait pemanfaatan lahan yang seharusnya digunakan untuk fasilitas publik, malah dijadikan tempat parkir liar.
Baca Juga: Kerap Bikin Macet, Petugas Gabungan Tertibkan Parkir Liar di Sekitar Blok G Tanah Abang
"Jika kita ingin menjadi kota global, kita masih melihat banyak ruang fasilitas publik yang dijadikan parkir liar. Ini jelas melanggar aturan," ujarnya di Gedung DPRD Jakarta.
Wibi mengingatkan agar seluruh pimpinan dan anggota Pansus Perparkiran tidak lengah terhadap oknum yang mengatasnamakan ormas untuk mengelola parkir secara ilegal.
Sebab, aktivitas parkir liar sudah sangat meresahkan masyarakat.
"Kelompok-kelompok yang mengelola parkir ilegal ini perlu mendapat perhatian lebih dari rekan-rekan pansus. Ini harus didalami lebih lanjut," ujarnya.
Baca Juga: Pansus Ingin Parkir Liar Segera Ditertibkan, Atasi Macet Jakarta dan Genjot Pendapatan Daerah
Di sisi lain, Wibi menyayangkan, meski jumlah kendaraan di Jakarta sangat banyak, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan dari sektor parkir terbilang kecil.
Oleh karena itu, upaya untuk memberantas parkir liar yang dikelola ormas-ormas tertentu harus segera dilakukan.
"Yang paling penting saat ini adalah mengetahui sejauh mana objek parkir kita, berapa banyak titiknya dan bagaimana pengelolaannya. Termasuk cash flow dan retribusinya," kata Wibi.
Dia berharap Pansus Perparkiran dapat memberikan rekomendasi yang matang untuk menyelesaikan masalah parkir liar.
Baca Juga: Semrawut Trotoar dan Bahu Jalan, DPRD Jakarta Bentuk Pansus Parkir Liar
"Tolong dibedah semua data ini. Agar kita bisa menghasilkan rekomendasi yang benar-benar mantap," pungkas Wibi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









