Akurat

Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif

Yusuf | 9 April 2025, 14:42 WIB
Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif

AKURAT.CO Kualitas udara di Jakarta pada pagi hari ini masuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, menurut data situs pemantau kualitas udara IQAir.

Meski sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melaporkan bahwa kualitas udara selama libur Lebaran 2025 mengalami perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya, kondisi saat ini menunjukkan sebaliknya.

Berdasarkan pantauan Rabu (9/4/2025) pukul 08.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) Jakarta tercatat di angka 133, dengan konsentrasi partikel halus PM 2.5 mencapai 48,6 mikrogram per meter kubik.

Baca Juga: Wakil Ketua MPR Dukung Tren Olahraga Lari, Dorong Pemerintah Benahi Kualitas Udara

Sementara itu, situs resmi Dinas Lingkungan Hidup Jakarta (udara.jakarta.go.id) melaporkan bahwa lokasi dengan kualitas udara terburuk berada di SDN 04 Bintaro, yang mencatat AQI 148.

Selain itu, tujuh Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) mencatat tingkat polusi tertinggi, yaitu:

  • SDN 04 Bintaro – AQI 148
  • RPTRA Jaya Molek – AQI 113
  • SDN 12 Gedong – AQI 113
  • SDN 10 Pondok Bambu – AQI 110
  • RPTRA Tipar Asri – AQI 110
  • Pekayon – AQI 105
  • SMPN 88 Jakarta – AQI 105

Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas fisik yang berlebihan di luar ruangan, serta disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar. Sementara itu, kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan, dianjurkan untuk menghindari aktivitas berat, lebih sering beristirahat, dan selalu membawa obat pribadi jika beraktivitas di luar rumah.

Baca Juga: Update Kualitas Udara Jakarta Hari Ini, Warga Diminta Waspada

Kualitas Udara Jakarta Membaik Saat Lebaran 2025

Meskipun kondisi udara saat ini tidak sehat, laporan dari Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menunjukkan bahwa selama periode libur Lebaran 2025 (24 Maret – 6 April 2025), kualitas udara Jakarta mengalami perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Dibandingkan dengan Lebaran 2024, terjadi penurunan konsentrasi polutan sebesar 43-75%, sementara dibandingkan Lebaran 2023, terjadi penurunan dalam rentang 18-69%.

Menurut Asep, selama Hari Raya Idulfitri, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan bahwa kualitas udara di Jakarta masuk dalam kategori “Baik” pada hari pertama Lebaran, dan “Sedang” pada hari kedua.

Konsentrasi polutan selama Idulfitri 2025 pun lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pemantauan juga menunjukkan tren penurunan konsentrasi PM 2.5 sejak H-7 hingga H-4 Lebaran.

Namun, angka polusi tertinggi justru terjadi pada 26 dan 27 Maret 2025, yang merupakan hari-hari terakhir sebelum cuti bersama. Kemungkinan besar, peningkatan polusi ini disebabkan oleh tingginya aktivitas masyarakat menjelang libur panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
R