Piknik Keluarga di Ragunan: Tradisi Lebaran yang Tak Tergantikan

AKURAT.CO Di bawah langit cerah Jakarta, ratusan keluarga berbondong-bondong memasuki gerbang Taman Margasatwa Ragunan.
Suasana riuh anak-anak yang berlarian, tawa orang tua yang sibuk mengatur barang bawaan, serta suara burung dan binatang yang bersahutan menciptakan harmoni khas libur Lebaran.
Bagi banyak keluarga, Ragunan bukan sekadar kebun binatang. Lebih dari itu, tempat ini menjadi simbol kebersamaan dan tradisi tahunan yang selalu dinantikan.
Dengan tiket masuk yang terjangkau, suasana rindang, dan koleksi satwa yang lengkap, Ragunan terus menjadi destinasi favorit, tidak hanya bagi warga Jakarta, tetapi juga dari luar kota.
Rahma, seorang ibu dari Cianjur, Jawa Barat, sudah lama memimpikan momen ini.
Dengan penuh semangat, ia mengajak 12 anggota keluarganya—termasuk anak-anak, balita, suami, adik, serta kedua mertuanya—untuk menikmati libur Lebaran di Ragunan.
Jarak yang jauh tidak menjadi penghalang. Mereka berangkat sejak pukul 06.00 WIB menggunakan mobil bak terbuka yang telah dimodifikasi dengan karpet tipis dan terpal untuk melindungi dari terik matahari atau hujan mendadak.
Baca Juga: Libur Lebaran, Ragunan Targetkan 600 Ribu Pengunjung dalam 10 Hari
"Ini mobilnya disiapin suami sebelum berangkat, biar lebih nyaman kalau tiba-tiba hujan," cerita Rahma sambil tersenyum, Selasa (1/4/2025).
Ini adalah kunjungan pertama bagi Rahma dan anak-anaknya. Selama ini, Ragunan hanya terdengar dari cerita teman-teman atau terlihat di layar televisi.
Kini, mereka bisa merasakan langsung pengalaman bertemu dengan satwa-satwa eksotis yang sebelumnya hanya bisa mereka bayangkan.
“Mau ajak anak-anak aja dan keluarga, jauh sih lumayan karena kita enggak lewat tol. Kan enggak boleh,” ujarnya, sambil tertawa kecil.
Tiket masuk yang terjangkau juga menjadi daya tarik tersendiri. Dengan hanya Rp 85 ribu, seluruh anggota keluarga Rahma bisa menikmati pengalaman berharga ini.
Waktu menunjukkan pukul 13.00 WIB, saatnya makan siang. Rahma dan keluarganya mencari tempat teduh di bawah pohon besar, lalu mulai mengeluarkan bekal yang sudah disiapkan sejak malam sebelumnya.
Di sudut mobil bak mereka, tergantung beberapa ketupat yang diikat kuat pada tiang besi. Ada pula lauk khas Lebaran seperti opor ayam, rendang, dan sayur lodeh.
Tak lupa camilan khas seperti nastar dan kue kaleng yang selalu menjadi favorit anak-anak.
“Iya, bawa ketupat dan lauk Lebaran, biar enggak beli makanan di sini, lebih hemat,” kata Rahma sambil menata piring plastik untuk anak-anaknya.
Sementara itu, Rahman, putra sulungnya yang berusia 14 tahun, dengan lahap menyantap makan siangnya.
“Senang banget, akhirnya bisa lihat binatang yang selama ini cuma ada di internet,” ujarnya malu-malu.
Gajah, buaya, dan gorila adalah hewan yang paling ingin ia lihat dari dekat. Selama ini, ia hanya melihatnya lewat layar ponsel, tetapi di Ragunan, ia bisa menyaksikan langsung gerak-gerik mereka.
Tidak hanya Rahma, Minah, seorang nenek asal Cileungsi, Bogor, juga memiliki kebiasaan serupa. Setiap Lebaran, ia selalu membawa cucu dan anak-anaknya ke Ragunan.
“Ini ajak cucu, anak-anak, dan keluarga, biar Lebarannya bisa sambil jalan-jalan,” tuturnya.
Bagi Minah, Ragunan adalah destinasi wajib setiap tahunnya. Meski selalu ramai saat libur Lebaran, ia tidak mempermasalahkan hal tersebut. Baginya, yang terpenting adalah melihat cucu-cucunya bahagia.
“Tiketnya murah, tempatnya luas, banyak binatangnya, jadi anak-anak senang,” katanya.
Ia pun senang karena di Ragunan, pengunjung diperbolehkan membawa makanan sendiri. Ia dan keluarganya bisa menggelar tikar, makan bersama, dan menikmati suasana kebun binatang dengan santai.
“Bisa gelar tikar, makan bareng, sambil lihat anak-anak senang lihat binatang,” ucapnya.
Bagi banyak keluarga, Ragunan bukan sekadar tempat wisata. Ia adalah bagian dari kenangan, kebersamaan, dan tradisi yang terus berulang dari tahun ke tahun.
Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, Ragunan menjadi ruang bagi keluarga untuk berbagi tawa, menikmati alam, dan mengenalkan anak-anak pada keajaiban dunia satwa.
Bagi Rahma, Minah, dan ratusan keluarga lainnya, Ragunan adalah lebih dari sekadar kebun binatang—ia adalah rumah kedua yang selalu menyambut mereka dengan kehangatan dan cerita baru setiap tahunnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










