Gubernur DKI Diminta Waspadai Manuver Pejabat yang Berebut Posisi Strategis

AKURAT.CO Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno diingatkan untuk mewaspadai manuver sejumlah pejabat yang berupaya merebut posisi strategis di awal pemerintahan mereka.
Fenomena ini kerap terjadi di berbagai daerah dan dapat mengganggu stabilitas serta efektivitas jalannya pemerintahan.
Pengamat Kebijakan Publik, Sugiyanto (SGY), menyoroti pola perebutan jabatan yang umumnya melibatkan aliansi berbasis latar belakang tertentu, seperti kesamaan pendidikan, almamater, atau relasi pribadi.
"Di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi, sering muncul kelompok-kelompok pejabat yang saling mendukung untuk mendapatkan posisi strategis," kata SGY kepada Akurat.co, Jumat (28/2/2025).
Baca Juga: Warga Jakarta Diminta Manfaatkan Aplikasi Jaki untuk Pantau Ketersedian Pangan
Menurutnya, persaingan semacam ini tidak sehat dan berpotensi menghambat kinerja pemerintahan.
Isu-isu terkait perombakan jabatan, pemecatan, hingga opini negatif terhadap pejabat tertentu biasanya menjadi indikasi awal adanya dinamika internal yang memanas.
Jabatan-jabatan strategis seperti Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Dinas, hingga Wali Kota, Camat, dan Lurah disebut sering menjadi rebutan.
Khususnya posisi Sekda, yang memiliki peran krusial dalam mengelola birokrasi pemerintahan.
"Masyarakat perlu turut mengawasi pergerakan pejabat yang menunjukkan ambisi berlebihan demi mendapatkan posisi tertentu," ujar SGY.
Ia menegaskan bahwa jika fenomena ini dibiarkan berkembang, dampaknya bisa mengganggu stabilitas pemerintahan serta mengalihkan fokus dari pelayanan publik dan pembangunan Jakarta. Pada akhirnya, masyarakatlah yang akan dirugikan.
Karena itu, SGY meminta Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno untuk bertindak tegas terhadap pejabat yang terjebak dalam politik praktis demi kepentingan pribadi atau kelompok.
Baca Juga: Tekan Risiko Banjir, Dinas SDA Jakarta Fokus Pengerukan Lumpur dan Pembersihan Saluran Air
"Pemerintahan yang baru harus dijalankan dengan prinsip kolaborasi, transparansi, dan profesionalisme," pungkasnya.
Dengan pendekatan yang tegas dan profesional, Pemprov DKI Jakarta diharapkan dapat mewujudkan visi dan misinya tanpa terhambat oleh tarik-menarik kepentingan yang justru merugikan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 7Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 8Kalender Jawa 29 September 2026: Selasa Wage Cocok untuk Apa? Ini Watak dan Neptunya
- 9KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN
- 10Kejagung Limpahkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ke JPU, Dakwaan Disiapkan









