Akurat

Kasus Pertamax Oplosan Bikin Resah, Pengguna BBM Swasta Makin Loyal

Ahada Ramadhana | 27 Februari 2025, 13:31 WIB
Kasus Pertamax Oplosan Bikin Resah, Pengguna BBM Swasta Makin Loyal

AKURAT.CO Terungkapnya kasus korupsi di PT Pertamina dengan modus mengoplos Pertalite (RON 90) menjadi Pertamax (RON 92) membuat banyak pengguna kendaraan bermotor semakin berhati-hati dalam memilih bahan bakar.

Sejumlah pengendara kini lebih memilih bahan bakar minyak (BBM) dari SPBU swasta seperti Vivo dan Shell, meski harga sedikit lebih mahal.

Irfan, seorang pengendara motor yang rutin menggunakan bensin Vivo, mengaku memilih BBM swasta karena faktor kualitas dan kepercayaan.

“Kalau harga sebanding dengan kualitas, lebih baik pakai bensin swasta. Apalagi kasus oplosan ini merugikan masyarakat, di saat ekonomi sedang sulit," ujar Irfan kepada Akurat.co di  Vivo Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2025).

Senada dengan Irfan, Sofan, seorang pengemudi Grab, memilih mengisi BBM di Shell demi menghindari risiko mendapatkan bahan bakar oplosan.

Baca Juga: Prabowo Bertolak ke Magelang Siang Ini, Siap Beri Pengarahan di Retreat Kepala Daerah

“Setelah kasus ini, saya lebih percaya BBM swasta. Walaupun harga sedikit lebih mahal, setidaknya tidak ada oplosan dan kualitas tetap terjaga," kata Sofan seusai mengisi BBM di Shell Kemang, Jakarta Selatan.

Selain itu, Tan, pengguna setia Vivo, menilai BBM swasta memiliki tarikan lebih enak dan takaran lebih pas

Ia juga menganggap harga yang sedikit lebih tinggi tidak menjadi masalah jika lebih efisien untuk mesin.

Di sisi lain, kasus ini membuat masyarakat semakin kecewa dengan pengawasan pemerintah terhadap distribusi BBM bersubsidi.

Irfan berharap pemerintah lebih tegas dalam menindak pelaku korupsi di sektor energi.

“Pemerintah harus segera membereskan masalah ini. Kalau bisa, segera sahkan UU Perampasan Aset biar pejabat yang korupsi jera dan berpikir dua kali sebelum melakukan kejahatan," tegasnya.

Sofan juga menekankan pentingnya pengawasan lebih ketat terhadap bawahannya agar kasus serupa tidak terulang.

Masih Percaya Pertamina?

Meski kasus ini mencoreng kepercayaan publik, beberapa pengguna masih mempertimbangkan kembali ke SPBU Pertamina jika ada perbaikan nyata.

“Kalau memang benar-benar diperbaiki, mungkin bisa kembali. Tapi kalau terus dimainkan, lebih baik tetap di BBM swasta," kata Sofan.

Kasus oplosan Pertamax menjadi peringatan serius bagi pemerintah dan Pertamina untuk memperketat pengawasan.

Jika tidak segera ditangani dengan tegas, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap BBM subsidi akan terus menurun.

Baca Juga: Insufiensi Ginjal Ringan Mereda, Kesehatan Paus Fransiskus Mulai Membaik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.