Pidato Perdana Pramono Anung: Jakarta Harus Jadi Top 20 Global City 2045

AKURAT.CO Jakarta saat ini masih menjadi ibu kota negara Indonesia. Kendati masih menyandang status ibu kota, Jakarta juga dituntut bertransformasi sebagai kota global.
Demikian disampaikan Pramono Anung dalam pidato perdananya setelah resmi menjabat Gubernur Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (20/2/205).
Oleh karena itu, menurutnya, persaingan Jakarta tidak lagi dengan kota-kota di Indonesia melainkan kota-kota di belahan dunia.
Sebab, Jakarta ditargetkan menjadi salah satu dari 20 kota global terbaik di dunia.
"Persaingannya harus dengan kota-kota global dunia. New York nomor satu, Singapura nomor tujuh, Batam nomor 42, Kuala Lumpur, Manila, Jakarta nomor 74. Di atasnya Jakarta ada namanya Hanoi," kata Pramono Anung.
Baca Juga: Semrawut Trotoar dan Bahu Jalan, DPRD Jakarta Bentuk Pansus Parkir Liar
Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Provinsi Jakarta meluncurkan Bentang Harapan JakASA, gerakan kolaboratif yang mengundang semua pihak untuk bersama-sama menciptakan gambaran masa depan Jakarta.
Tidak hanya menjadi simbol harapan tetapi juga pintu masuk bagi masyarakat, pemimpin dan pemangku kepentingan untuk berkontribusi dalam perjalanan panjang menuju Jakarta yang lebih baik.
"Sesuai dengan undang-undang yang ada maka Jakarta diharapkan pada tahun 2045 menjadi top global 20, untuk itu harus ada kerja bersama-sama dari kita semua," ujar Pramono Anung.
Ia menuturkan, membangun Jakarta adalah melanjutkan kesinambungan kepemimpinan yang ada. Artinya tidak boleh ada yang terputus.
Pramono Anung menegaskan, bersama Wakil Gubernur Jakarta masa bakti 2025-2030, nantinya kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno akan melanjutkan kerja-kerja para pendahulu untuk Jakarta yang lebih baik.
Baca Juga: DPRD Jakarta Kena Efisiensi, Anggaran Dinas Luar Negeri Dipangkas Rp23 Miliar
"Kebetulan hadir para mantan gubernur yang ada. Saya akan melanjutkan hal-hal yang baik dari Bang Yos, dari Bang Foke, dari Pak Ahok, dari Mas Anies," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









