Akurat

Perhatikan, 11 Wilayah Jakarta Perlu Waspadai Banjir Rob

Mukodah | 13 Januari 2025, 05:45 WIB
Perhatikan, 11 Wilayah Jakarta Perlu Waspadai Banjir Rob

AKURAT.CO Masyarakat yang bermukim di wilayah Jakarta bagian Utara diimbau untuk mewaspadai terjadinya banjir pesisir atau banjir rob.

Sebagaimana peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok.

Banjir rob merupakan pengaruh dari peristiwa air laut yang mengalami pasang naik surut, sehingga terjadi genangan air yang meluap ke daratan.

Hal ini berbeda dengan banjir yang terjadi akibat luapan air sungai atau sumbatan aliran air.

Baca Juga: Banjir Rob di Jakarta Utara, 13 RT dan 1 Ruas Jalan Terendam

Adanya perubahan tata guna lahan, penurunan tanah dan kenaikan muka air laut secara global dapat menjadi faktor penyebab terjadinya banjir rob.

Selain itu, posisi fase Bulan Purnama juga mempengaruhi potensi ketinggian pasang air laut secara maksimum berupa banjir rob.

Pantauan BPBD Provinsi Jakarta berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok, dikutip Senin (13/1/2025), pada periode 9-17 Januari 2025, di wilayah pesisir utara Jakarta berpotensi terjadi banjir rob.

Puncak pasang maksimum pada pukul 06.00 sampai 12.00 WIB terjadi di 11 wilayah, yakni Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke dan Kepulauan Seribu.

Baca Juga: Muara Angke Diserbu Banjir Rob, PJ Teguh Minta Pembangunan Tanggul Dipercepat

Banjir rob tidak hanya rentan di Jakarta bagian Utara, namun memungkinkan juga terjadi di beberapa wilayah pesisir lainnya seperti Semarang, Pekalongan serta pesisir Jawa bagian Utara.

Durasi terjadinya banjir rob berbeda-beda di tiap wilayah. Tergantung dari beberapa kondisi yang terjadi seperti siklus pasang surut, topografi wilayah dan kondisi cuaca.

Secara umum, banjir rob akan berlangsung sekitar dua hingga enam jam saat air laut pasang.

Fenomena banjir rob dapat mengganggu kegiatan masyarakat.

Baca Juga: Pimpinan MPR: Banjir Rob di Jakarta Utara Bukti Nyata Krisis Iklim

Bahkan, kerugian akan terjadi seperti mengakibatkan kerusakan jalan, rumah, fasilitas umum, terhambatnya operasional area pelabuhan, pencemaran sumber air bersih hingga menimbulkan penyakit.

Risiko bahaya dampak banjir rob semakin meningkat apabila melanda wilayah yang padat penduduk.

Untuk memantau lebih lanjut peringatan dini gelombang pasang dapat diakses laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut.

Bagi masyarakat yang mengalami kondisi darurat dan membutuhkan pertolongan, dapat menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112.

Baca Juga: Tol Semarang-Demak Ditargetkan Rampung April 2027, Bisa Bantu Atasi Banjir Rob

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK