Dharma Pongrekun: Jangan Abaikan Kesejahteraan Nelayan
Citra Puspitaningrum | 17 November 2024, 22:34 WIB

AKURAT.CO Calon Gubernur Jakarta nomor urut 2, Dharma Pongrekun, menyoroti pentingnya perhatian kepada nelayan dalam pelaksanaan proyek Giant Sea Wall, salah satu program strategis nasional.
Ia mengatakan, meski proyek itu penting untuk melindungi Kota Jakarta dari ancaman banjir rob dan abrasi, perhatian terhadap dampaknya terutama para nelayan harus menjadi prioritas utama.
"Karena Giant Sea Wall sudah menjadi program pemerintah dan program strategis nasional, maka sebagai gubernur, kami tidak mungkin menolaknya. Namun, yang paling penting adalah manusia yang diutamakan," kata Dharma dalam debat terakhir Pilkada Jakarta 2024, Minggu (17/11/2024) malam.
Ia menyoroti fakta bahwa nelayan telah mengalami kerugian besar akibat dampak proyek Giant Sea Wall.
Dharma mengungkapkan, kerugian yang dialami para nelayan mencapai Rp26 juta per hari.
Baca Juga: Persepi Diminta Tegas! Perbedaan Hasil Survei SMRC dan Indikator di Pilgub Jateng Jadi Sorotan
Jika diakumulasikan, kerugian ini mencapai Rp137 miliar per tahun.
"Siapa manusia yang paling terdampak? Para nelayan. Jangan lupakan mereka. Kerugian yang mereka alami sangat signifikan yaitu Rp26 juta per hari atau Rp137 miliar per tahun. Oleh karena itu, kami meminta agar nelayan diberikan ganti rugi tahunan sebesar itu," jelasnya.
Dharma meminta pemerintah pusat tidak mengabaikan kesejahteraan nelayan dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Ia mengusulkan agar ganti rugi sebesar Rp137 miliar per tahun diberikan secara adil dan berkelanjutan kepada nelayan, sebagai kompensasi atas dampak yang dialami.
"Silakan proyek ini dilanjutkan. Tetapi ingat, masyarakat nelayan wajib diberikan ganti rugi setiap tahun sebesar Rp137 miliar. Semoga hal ini didengarkan oleh pemerintah pusat," tutup Dharma.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 4Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 8India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








