AKURAT.CO Calon Gubernur Jakarta, Ridwan Kamil, akan membuat Jakarta menjadi kota jasa dan kota wisata global seperti Singapura.
Menurutnya, kota jasa dan kota wisata global ini akan membuka lapangan pekerjaan yang luas dan industri kreatif akan berkembang pesat.
"Saya sering ditanya orang asing soal wisata di Jakarta. Saya bingung jawabnya, kalau nggak Monas ya di Ancol. Makanya banyak warga Jakarta yang healing ke luar kota. Nah, kita akan jadikan Jakarta kota wisata internasional, sehingga akan banyak tempat healing di Jakarta," katanya Dialog Interaktif Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia bersama RK di Taman Benyamin Suaeb, Jakarta, Sabtu (21/9/2024) sore.
Contohnya, kata dia, kawasan Kota Tua akan dijadikan kota wisata internasional yang hidup selama 24 jam.
Di Kota Tua juga akan ada sekolah film, musik dan budaya, serta tempat penginapan atau kost-kost-an.
"Kita akan buat universitas atau sekolah tinggi seperti UPH (Univesitas Pelita Harapan) di Karawaci. Kota Tua akan hidup selama 24 jam, dengan jumlah populasi yang banyak," ucap mantan Gubernur Jawa Barat ini.
Hal ini merupakan salah satu solusi yang ia tawarkan untuk Jakarta Baru.
Baca Juga: DPR Apresiasi Pembebasan Pilot Susi Air, Sebut Langkah Persuasif Angkat Citra Indonesia
Namun, Ridwan Kamil memastikan sudah menyiapkan segudang solusi untuk mengatasi permasalahan Jakarta.
Di samping itu, hubungannya dengan Presiden terpilih, Prabowo Subianto, sangat harmonis, sehingga akan mempercepat pembangunan nasional provinsi cepat selesai.
"Kita berada dalam satu koalisi, maka yang diuntungkan adalah warga Jakarta. Pembangunan lebih cepat, tidak akan banyak drama lagi," ujarnya.
Menurut Ridwan Kamil, populasi di Jakarta selama ini tidak diatur, dan ada eksploitasi terhadap lingkungan yang berlebihan.
Akibatnya, Jakarta semakin panas , polusi tinggi, macet, banjir dan air kurang.
"Jakarta tidak boleh lagi menjadi kota industri. Jakarta panas ini karena kurang pohon, terlalu banyak bangunan. Saya akan buat Peraturan Gubernur, memperbanyak nanam pohon. Kolombia sudah berhasil, dengan tiga juta pohon dalam waktu tiga tahun, suhunya turun tiga derajat," tuturnya.
Selain itu, untuk mengatasi kemacetan, Jakarta akan memperluas MRT/LRT hingga Bogor, Tangerang dan Bekasi. Jakarta juga akan membeli tanah di Bogor untuk membuat bendungan dan embung, untuk mengatur suplai air di wilayah selatan, serta Jakarta agar tidak banjir lagi saat hujan.
"Di Undang-undang DKJ, kita ini seperti bapak asuh. KIta akan mengalokasikan anggaran di APBD untuk membangun wilayah sekitaran Jakarta. Kita juga akan banyakin perkantoran dan mall di sekitaran Jakarta. Kalau sudah diperbanyak, karena tinggalnya di sekeliling Jakarta, maka bekerjanya juga tidak perlu di Jakarta lagi," jelasnya.
Baca Juga: Pengamat: Pendekatan Secara Lembut Jadi Terobosan Pembebasan Pilot Susi Air dari KKB
Tentunya hal ini, bisa mengurangi eksploitasi air tanah dan penurunan tanah di Jakarta.
Sungai-sungai di Jakarta juga akan teraliri air lagi secara maksimal, sehingga nantinya bisa dikembangkan moda transportasi air, seperti yang dimimpikan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.
"Terakhir untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Jakarta, bisa dipenuhi dari Bendungan Jatiluhur. Kita akan kita tarik pipa-pipa untuk disalurkan ke seluruh warga. Kita akan hitung pipa-pipanya bersama menteri terkait. Kita harapkan selesai dalam waktu lima tahun," ucap Ridwan Kamil
"Tetapi sekali lagi itu cuma jadi dongeng, kalau kami tidak menang. Kami punya ilmu, punya pengalaman dan tentunya akan kami wujudkan semuanya. Kita punya semua solusi untuk Jakarta, saya juga dapat perintah dari Pak Probowo untuk mengatasi kekumuhan di Jakarta," pungkasnya.