Akurat

Tatap Jakarta Menuju Kota Global, Heru Budi Titip Lima Program Prioritas dalam APBD 2025

Citra Puspitaningrum | 20 September 2024, 19:59 WIB
Tatap Jakarta Menuju Kota Global, Heru Budi Titip Lima Program Prioritas dalam APBD 2025

AKURAT.CO Terdapat lima program prioritas dalam penyusunan APBD 2025 Provinsi Jakarta.

Penjabat Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono, menjelaskan, program prioritas itu menjadi fokus Jakarta dalam rangka mewujudkan visi dan misi menjadi kota global.

Terutama setelah Jakarta tidak lagi berstatus sebagai ibu kota negara.

"Jadi, dari sekian poin perhatian kami dalam penyusunan APBD 2025, yang prioritas ada lima," katanya di Jakarta, Jumat (20/9/2024).

Pertama, untuk penanggulangan banjir di Jakarta yang salah satunya melanjutkan pembangunan tanggul laut melalui proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) dalam mengatasi rob di kawasan utara.

Kedua, program pengentasan kemiskinan.

Ketiga, ketahanan Jakarta dalam ekonomi global berbasis UMKM.

Baca Juga: iOS 18 Resmi Dirilis, Apakah iPhone Anda Siap?

Keempat, penanganan kemacetan yang selama ini masih menjadi permasalahan warga, khususnya saat jam kerja atau pagi dan sore hari.

"Lalu kelima, kepastian air bersih untuk masyarakat," kata Heru Budi.

Sebelumnya, DPRD Jakarta mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta Tahun Anggaran 2024 menjadi Peraturan Daerah.

Pengesahan dilakukan dalam Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, atas Laporan Badan Anggaran terhadap Raperda tentang Perubahan APBD Jakarta Tahun Anggaran 2024.

"Penetapan (APBD 2024) Rp81,71 triliun. Setelah perubahan Rp85,19 triliun," kata Anggota Banggar DPRD Jakarta, Neneng Hasanah, saat membacakan laporan.

Ia merinci, perubahan APBD 2024 sebesar Rp85,19 triliun, terdiri dari pendapatan daerah Rp74,935 triliun dan pembiayaan daerah Rp10,255 triliun.

Baca Juga: Majelis Umum PBB Desak Israel Akhiri Pendudukan Palestina

"Pembiayaan daerah setelah perubahan Rp10,25 triliun. Terdiri dari sisa lebih perhitungan Rp6,54 triliun dan penerimaan pinjaman daerah Rp3,71 triliun," ujar Neneng.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.