Akurat

Cegah Kebakaran, PLN Imbau Warga Jakarta Gunakan Perangkat Listrik Berstandar

Citra Puspitaningrum | 18 September 2024, 21:14 WIB
Cegah Kebakaran, PLN Imbau Warga Jakarta Gunakan Perangkat Listrik Berstandar

AKURAT.CO PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya meminta masyarakat mulai menggunakan standardisasi perangkat listrik, guna mencegah kebakaran yang diakibatkan korsleting.

Terkhusus bagi warga yang bermukim di kawasan padat penduduk akan menjadi sangat rentan.

Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, menekankan bahwa penggunaan peralatan listrik yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) menjadi salah satu penyebab utama kebakaran.

Hal ini disampaikan Haris dalam diskusi Balkoters Talk bertajuk "Tingkatkan Keamanan Listrik, Cegah Kebakaran di Jakarta" yang digelar di Pressroom Balai Kota Jakarta, Rabu (18/9/2024).

Selain Haris, hadir pula Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Jakarta, Mohamad Yohan; Anggota DPRD Jakarta, Mujiyono; dan Ketua Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) Provinsi Jakarta, Tirtamarta.

"Peralatan yang digunakan di masyarakat sering kali tidak memenuhi standar. Misalnya, kabel yang seharusnya untuk salon atau speaker justru digunakan untuk listrik. Padahal, setiap jenis kabel memiliki spesifikasi teknis yang berbeda," jelas Haris.

Menurutnya, kabel yang tidak sesuai spesifikasi dipastikan tidak memiliki kualitas setara dengan yang standar.

Hal ini bisa berbahaya karena arus listrik yang dialirkan kerap kali berlebihan.

Baca Juga: Pabrik Susu Ikan di Indramayu Bisa Penuhi Kebutuhan 169.000 Anak Indonesia

"Kabel yang tidak bersertifikat SNI bisa berbahaya. Seperti kabel yang seharusnya menampung arus 10 ampere tetapi melepuh pada lima ampere," terangnya.

Haris juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan perangkat listrik.

"Kerap kali pengguna tidak peduli dengan kapasitas stop kontak. Contohnya, menggunakan satu stop kontak untuk banyak perangkat, yang bisa memicu kebakaran," tuturnya.

Haris turut menyoroti tindakan ilegal yang sering dilakukan pelanggan, seperti mengotak-atik Mini Circuit Breaker (MCB) untuk meningkatkan daya listrik.

"Ini sangat berbahaya dan bisa mengancam keselamatan," katanya.

Dalam menjaga kualitas pasokan listrik, PLN terus melakukan pemeliharaan jaringan secara berkala untuk memastikan sistem kelistrikan berfungsi dengan baik.

Dengan langkah-langkah ini, PLN berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan perangkat listrik yang standar, guna mencegah kebakaran dan menjaga keselamatan.

"Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan meminimalkan gangguan bagi pelanggan," ujar Haris.

Kepala Pusdatin BPBD Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan, potensi bencana kebakaran di Jakarta disebabkan permukiman padat penduduk dan kurangnya kepekaan masyarakat terhadap ancaman kebakaran.

Kasus kebakaran paling banyak juga disebabkan oleh korsleting listrik akibat kelalaian dalam penggunaan listrik.

Baca Juga: Gonjang-ganjing Kadin Jangan Ganggu Stabilitas dan Misi Besar Prabowo Subianto

Mayoritas objek yang terbakar adalah perumahan, bangunan umum atau industri, kendaraan bermotor, instalasi luar gedung, tumbuhan, lapak hingga tumpukan sampah.

"Penyumbang penyebab kebakaran terbesar di Provinsi DKI Jakarta selama tiga tahun adalah korsleting listrik. Dengan persentase 73 persen," kata Yohan.

Untuk itu, menurut Yohan, pihaknya telah berinisiasi melaksanakan program penertiban pemakaian tenaga listrik di kawasan permukiman menengah ke bawah bernama Bedah Listrik.

Program ini dikerjakan dengan instansi terkait, seperti Dinas Gulkarmat, Dinas PPKUKM, PLN UID Jakarta Raya dan AKLI.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir kejadian kebakaran dan dampak korban pada masyarakat," kata Yohan.

Dalam pelaksanaannya, stakeholder terkait menyiapkan penggantian perangkat listrik yang ditemukan petugas tidak sesuai standar, meliputi instalasi kompor gas, colokan listrik hingga kabel listrik di dalam dan luar ruangan.

Petugas juga melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya memastikan perangkat listrik yang sesuai standar.

Lewat berbagai program ini, diharapkan masyarakat sadar dan ikut terlibat melakukan mitigasi kebakaran karena korsleting listrik.

Baca Juga: Pofil Halil Fuad Alkatiri, Ayah Baim Cilik yang Viral Usai Bawa Kabur Uang Miliaran Rupiah

"Tim gabungan turun untuk mengecek penggunaan instalasi listrik yang ada di dalam dan luar ruang. Sekaligus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat setempat terkait penggunaan instalasi listrik yang aman dari bencanam," jelas Yohan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.