Fokus Pengelolaan Sampah, Universitas Mercu Buana Gelar Program Pengabdian Kepada Masyarakat di Meruya Selatan

AKURAT.CO Universitas Mercu Buana (UMB) baru-baru ini melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2024.
Program ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan pengelolaan sampah yang dihadapi oleh masyarakat urban, khususnya di Kelurahan Meruya Selatan.
“Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini sangat bermanfaat memberikan pemahaman baru kepada warga beserta kader PKK Kelurahan Meruya Selatan untuk bisa mengolah sampah menjadi lebih bermanfaat dan mendukung teciptanya ekonomi sirkular," ungkap Muchamad Ghufri Fatchani, Lurah Meruya Selatan, Jumat (16/08/2024).
Dian Primanita Oktasari, salah satu anggota tim pengabdian masyarakat UMB, menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola Bank Sampah dan mengolah sampah organik serta anorganik.
Baca Juga: Maju Lagi di Pilkada Kukar 2024, Bawaslu Minta KPUD Cek Berkas Edi Damansyah
"Kami melihat adanya tantangan besar yang dihadapi masyarakat perkotaan, terutama dalam pengelolaan sampah. Melalui program ini, kami ingin membantu masyarakat, khususnya Kader PKK di Kelurahan Meruya Selatan, untuk lebih memahami dan mempraktikkan pengelolaan sampah yang efektif," ujarnya, Rabu (4/9/2024).
Program ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan pada 2 Agustus 2024, di mana tim UMB melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga Kelurahan Meruya Selatan mengenai konsep dan manfaat Bank Sampah serta tata cara pengelolaannya.
Dian menambahkan, melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam program Bank Sampah dan memahami pentingnya pengelolaan sampah secara terpadu.
Tahap kedua dilaksanakan pada 16 Agustus 2024, yang fokus pada pelatihan pengolahan sampah organik dan anorganik di tingkat rumah tangga.
Baca Juga: Statistik CPNS 2024
"Kami memberikan pelatihan kepada Kader PKK mengenai cara mengolah sampah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman, serta cara membuat ecobrick dari sampah plastik. Ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, tetapi juga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penjualan produk daur ulang," jelas Dian.
Dian juga menekankan pentingnya penerapan prinsip-prinsip ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari.
"Dengan mengolah sampah menjadi produk bernilai tambah, masyarakat tidak hanya berkontribusi pada kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka," tambahnya.
Untuk memastikan keberlanjutan program, tim pengabdian masyarakat UMB akan terus melakukan pendampingan dan monitoring kepada Kader PKK Kelurahan Meruya Selatan.
Selain itu, tim juga akan melakukan evaluasi berkala untuk mengoptimalkan implementasi program ini.
Baca Juga: Rekayasa Lalin Kegiatan Paus Fransiskus
"Kami juga berencana melibatkan pihak-pihak terkait, seperti pemerintah daerah, swasta, dan organisasi masyarakat, untuk mendukung keberlanjutan program ini," kata Dian.
Universitas Mercu Buana berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat urban, khususnya dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
"Dengan kerja sama yang erat antara perguruan tinggi dan masyarakat, kami berharap dapat menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan sejahtera bagi semua," tutup Dian.
Adapun, selain Dian Primanita Oktasari, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UMB juga terdiri dari Putri Renalita Sutra Tanjung dan Uly Amrina. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Nomor Kontrak Turunan 1044/LL3/DT.06.01/2024;01-1-4/727/SPK/VIII/2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









