Ada Demo PHPU di Monas, Polisi Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

AKURAT.CO Polisi mengerahkan 2.713 personel gabungan dalam rangka mengamankan aksi unjuk rasa atau penyampaian pendapat di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2024).
Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, personel gabungan ini berasal dari Polri, TNI, Satpol PP, serta Dishub terkait.
"Hari ini kami siap mengamankan warga yang akan menyampaikan pendapat dan kami menerjunkan 2.713 personel gabungan TNI, Polri yang dibantu Pol PP serta Dishub yang nantinya akan di bagi di beberapa titik pengamanan di sekitaran Monas," kata Susatyo dalam keterangannya, Jumat (19/4/2024).
Baca Juga: Tim Hukum AMIN Pastikan Tak Kerahkan Masa Demo di MK Hari Ini
Sementara itu, untuk rekayasa lalu lintas nantinya bersifat situasional tergantung kondisi di lapangan. Apabila para pengunjuk rasa mulai berdatangan, maka pihaknya akan menutup dan mengalihkan jalur sebagai berikut:
- TL. Harmoni yang mengarah ke Jl. Merdeka Barat ditutup dialihkan ke Jl. Kesehatan.
- Jl. Perwira yang mengarah Jl. Merdeka Utara kita tutup, jalur dialirkan ke arah Istiqlal dan lapangan Banteng.
- TL. Thamrin kita tutup dialihkan ke Jl. Kebun Sirih yang mengarah ke Senen dan Jl. Abdul Muis.
"Untuk masyarakat yang akan melintas di sekitar Monas agar mempertimbangkan dan mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan dikarenakan akan ada masyarakat yang akan menyampaikan pendapat di Patung Kuda," ungkapnya.
Kemudian, Susatyo menegaskan bahwa menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak setiap warga negara. Namun, tetap harus memperhatikan hak-hak yang dimiliki masyarakat lainnya.
"Sehingga aturan dalam undang-undang penyampaian pendapat di muka umum harap dipatuhi supaya semua kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif," jelasnya.
Baca Juga: Mengaku Dibayar, Massa Aksi Mengatasnamakan HMI yang Demo Bahlil di Depan KPK Akhirnya Minta Maaf
Tak lupa dirinya mengimbau kepada seluruh personel yang terlibat pengamanan, untuk tidak terprovokasi, selalu bertindak persuasif, mengedepankan negosiasi, pelayanan serta humanis. Dia pun meminta para korlap dan orator untuk melakukan orasi dengan santun dan tidak memprovokasi massa.
"Lakukan aksi unjuk rasa dengan damai, tidak memaksakan kehendak, tidak anarkis dan tidak merusak fasilitas umum," tutupnya.
Diketahui, sejumlah elemen masyarakat masih akan melakukan aksi demonstrasi terkait dengan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Patung Kuda, Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









