Pekan Depan Sinkronisasi Data Stunting, Pemprov DKI dan Menkes Fokus Monitor Ibu Hamil

AKURAT.CO - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bersepakat untuk mempercepat penurunan jumlah stunting dengan merampungkan sinkronisasi data stunting pada pekan depan.
"Kita sudah sepakat, nomor satu mesti rapikan datanya. Jadi datanya by name by address itu mesti sama data Kemenkes dengan data Gubernur dengan data BKKBN kita sudah setuju akan disamakan dalam waktu seminggu," ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2023).
Selain itu, menurut Menkes juga terdapat program kesehatan yang juga harus memfokuskan pada ibu hamil dan bayi yang berusia 6 sampai 24 bulan yang memiliki resiko stunting paling rentan.
"Nomor dua programnya juga disinkronkan karena program kesehatan itu banyak kita fokus ke dua grup (yaitu) ibu hamil yang memiliki risiko paling tinggi sebelum melahirkan dan grup bayi 6-24 bulan," sambung Budi.
Oleh karena itu Budi menyatakan, sudah melakukan diskusi bersama Pj Gubernur DKI Jakarta untuk memonitoring ibu-ibu hamil agar jangan sampai kekurangan gizi
"Nah kita sudah duduk (berdiskusi) dengan pak Gubernur, gimana kita mengeksusi spesifik ke ibu-ibu jangan sampai saat hamil jangan sampai kurang gizi," tambah Budi.
Budi menyatakan, monitoring yang dilakukan agar bisa segera dengan cepat mengidentifikasi stunting dan dapat mencegah secara dini.
"Karena teman-teman kalau sudah sampai stunting sudah telat, saya bilang kaya kanker stadium empat atau lima, harusnya diidentifikasi stadium satu sebelum stunting," tambah Budi
Budi menegaskan, bila sudah teridentifikasi stunting tingkat kesembuhannya sangat rendah sekali.
"Kalau sudah stunting kesembuhnya rendah sekali," tambah Budi.
Selain itu Pj Gubernur DKI Jakarta mengatakan, saat ini sebanyak 140 ribu ibu hamil sudah rutin memeriksakan kandungannya untuk mencegah stunting atau gizi buruk.
Heru juga mewanti-wanti para ibu-ibu hamil, terus memeriksakan kandungannya secara rutin untuk dan tidak malas datang ke puskesmas atau posyandu terdekat.
"Saya imbau, ibu-ibu yang hamil tolong jangan malas, konsisten untuk memeriksa kehamilannya ke puskesmas, ke posyandu. Kami dengan Kemenkes langsung bisa intervensi jika ibu hamil tersebut kekurangan gizi," pungkas Heru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta



