Akurat

Zona Merah Covid-19 DKI Jakarta Tersisa 1 RT, Di Mana Lokasinya?

| 26 Agustus 2021, 13:10 WIB
Zona Merah Covid-19 DKI Jakarta Tersisa 1 RT, Di Mana Lokasinya?

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengaku zona merah Covid-19 di Ibu Kota tersisa di satu rukun tetangga (RT)/rukun warga (RW) saja. Hal ini menyusul melandainya penyebaran wabah mematikan belakangan ini.

Wagub Ariza tak asal klaim. Berdasarkan penelusuran AKURAT.CO di situs penyedia informasi Covid-19 corona.jakarta.go.id, disebutkan zona merah itu tersisa di satu RT yakni di RT 009, RW 008, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat. Pekan lalu zona merah di Jakarta tersisa di tiga RT.

"Alhamdulillah penurunan kasus Covid-19 cukup signifikan. Zona merah tinggal satu RT," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (26/8/2021).

Ariza menuturkan, pengendalian virus corona di Jakarta sudah mulai menunjukan tanda-tanda positif. Buktinya, kata dia, tingkat kesembuhan pasien penyakit menular itu sudah mencapai 97,5 persen, sedangkan angka kematian berhasil dibendung dan masih berkisar di angka satu persen.

Dari total 847.689 kasus Covid-19 di Ibu Kota, terhitung sejak pertama kali Covid-19 muncul pada 2020 lalu, sebanyak 826.302 diantaranya sudah dinyatakan sembuh dan sebanyak 13.214 pasien meninggal dunia.

Sementara itu, jumlah kasus aktif di Jakarta juga terus merosot menjadi 8.173 orang yang masih dirawat atau isolasi mandiri hingga hari ini.

"Angka kesembuhan 97,5 persen dan kematian 1,6 persen," tutur Ariza.

Anjloknya kasus Covid-19 di Jakarta, lanjut Ariza, turut serta memengaruhi keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di 140 rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta yang disebutnya sudah mulai lowong.

"BOR terus membaik, ruang isolasi 19 persen dan ICU 39 persen," kata Ariza.

Ariza mengatakan, turunnya angka kasus di Jakarta sekarang ini, membuat status Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta diturunkan oleh pemerintah pusat dari level 4 ke level 3 yang dibarengi dengan pelonggaran kegiatan di sejumlah sektor mulai dari pusat perbelanjaan hingga kegiatan sekolah tatap muka.

Ariza melanjutkan, membaiknya penanganan Covid-19 Jakarta yang kemudian diganjar dengan penurunan level PPKM itu tidak bikin pihaknya menjadi lengah, pengawasan protokol kesehatan bakal semakin ketat dipantau.

Bahkan, yang tak kalah penting adalah upaya pemerataan vaksinasi Covid-19 yang bisa jadi benteng pertahanan melawan penyakit menular yang bermula dari Wuhan, China itu.

"Meskipun zona merah tinggal satu RT, tapi vaksinasi terus kami tingkatkan," pungkasnya. []

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.