PPDB Bermasalah, Basri Baco Usulkan Semua Sekolah di DKI Gratis SPP

AKURAT.CO, Anggota Komisi E DPRD Prov. DKI Jakarta Basri Baco mengatakan fokus utama ke depan dalam proses penerimaan siswa bisa memenuhi daya tampung sekolah.
Hal ini dilandasi karena PPBD DKI Jakarta yang sejauh ini banyak menuai protes serta kendala.
"DPRD DKI Jakarta memang berkaca kepada pengalaman tahun lalu kali ini sebisa mungkin kita bisa kerjasama dengan Dinas Pendidikan bisa mewujudkan dan menciptakan PPDB 2021 ini lebih baik dari pada tahun 2020 yang banyak menuai protes dan lain-lain, kendala utamanya kenapa berebutan karena daya tampungnya tidak cukup. Jadi fokus kita ke depan sebenarnya bagaimana memenuhi daya tampung tersebut," kata Basri Baco sebagaimana dikutip AKURAT.CO secara virtual dengan tema 'Transparansi dan Partisipasi Publik PPDB 2021/2022, Senin (7/6/2021).
Kemudian, kata dia, Komisi E dan DPR sudah berkali-kali mengusulkan kepada Dinas Pendidikan dalam hal tersebut pemda DKI Jakarta memang konsep ke depan itu seluruh sekolah harus bisa gratis.
"Negeri maupun swasta. Kenapa orang berebut masuk negeri karena gratis atau minim biaya dan kualitasnya bagus. Kalau sekolah swasta juga bisa gratis paling tidak SPP-nya dibiayai oleh Pemda maka saya rasa juga bisa mengatasi permasalahan yang ada," ucapnya.
Sebab menurutnya, semua masyarakat dari golongan manapun punya hak yang sama untuk bisa menikmati pendidikan khususnya pendidikan dasar sampai Sekolah Menengah Atas (SMA).
Selain itu, ada wacana dari Komisi E bahwa sekolah negeri itu daya tampungnya dijadikan dua kali lipat tanpa harus menambah jumlah guru, tanpa harus menambah jumlah bangku sekolah tanpa harus menambah gedung sekolah.
"Bagaimana caranya? Caranya adalah dibikin 2 shift. Jadi 6 hari sekolah itu dibikin masing-masing anak itu masuknya 3 hari tatap muka dan tatap mukanya online. Contoh sekolah yang kapasitasnya 200 bisa jadi 400, 3 hari masuk sekolah, 3 hari online," kata dia.
Sehingga daya tampungnya bisa dua kali lipat, tanpa harus menambah sekolah, tanpa harus menambah lainnya.
"Ini memang menjadi opsi dan tanggung jawab kita semua menghadirkan pendidikan yang berkualitas, adil dan berlaku untuk semua," ujarnya.
Meski begitu, menurutnya upaya Dinas Pendidikan sampai saat ini sudah sangat baik. Namun memang belum sempurna.
"Itulah tugas kita sama-sama. Masyarakat, orang tua, wakil rakyat dan lain-lainnya. Untuk bersama-sama selalu memberikan ide gagasan dan pendapat, karena saya yakin kita semua punya niat yang sama bagaimana mewujudkan kualitas pendidikan yang ada di DKI Jakarta," katanya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





