Rupiah Melemah ke Rp17.326 Usai UEA Cabut dari OPEC

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp17.326 per USD pada Rabu (29/4/2026), tertekan kombinasi sentimen global dan risiko domestik. Pelemahan terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi menyebut, penguatan dolar AS menjadi faktor utama tekanan terhadap rupiah. “Indeks dolar AS menguat di Rabu (29/04/2026),” ujarnya di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Pada perdagangan hari ini, rupiah melemah 83 poin dari posisi sebelumnya Rp17.243 per USD, bahkan sempat menyentuh pelemahan 95 poin intraday. Untuk perdagangan berikutnya, rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.320 hingga Rp17.380 per USD.
Baca Juga: Hati-hati dengan Narasi Rupiah Undervalued
Dari sisi global, pasar merespons keputusan Uni Emirat Arab keluar dari OPEC yang efektif berlaku Jumat. Langkah ini dinilai berpotensi mengganggu stabilitas pasokan minyak global.
Selain itu, laporan Wall Street Journal menyebut Presiden AS Donald Trump berencana memperpanjang blokade pelabuhan Iran guna menekan ekspor minyak negara tersebut.
“Iran menutup arus pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur bagi sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair global, sementara AS memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran,” menurut keterangan dalam laporan Wall Street Journal.
Para pelaku pasar nantinya juga menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diumumkan Kamis dini hari (01.00 WIB). Konsensus memperkirakan suku bunga tetap di kisaran 3,50%–3,75%, menandai tiga kali pertemuan tanpa perubahan.
Rupiah Tertekan Harga Energi
Secara historis, tekanan terhadap rupiah kerap terjadi saat dolar AS menguat bersamaan dengan lonjakan harga energi global. Ketegangan di Selat Hormuz menjadi faktor kunci karena wilayah ini mengalirkan sekitar 20% pasokan energi dunia, sehingga gangguan di kawasan tersebut langsung berdampak pada inflasi global dan kebijakan moneter.
Di dalam negeri, tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari eksternal. Ketidakpastian kebijakan dan persepsi risiko hukum turut membebani sentimen investor.
“Stagnasi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen bukan semata faktor struktural, melainkan konsekuensi dari pilihan kebijakan yang membiarkan kriminalisasi berlangsung,” ujar Ibrahim.
Selain itu, lembaga pemeringkat Fitch Ratings pada Maret 2026 telah menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Salah satu sorotan adalah tata kelola Danantara sebagai sovereign wealth fund.
“Jika sebuah entitas mengklaim sepenuhnya komersial, tetapi kenyataannya tidak, maka ekspektasi bisa meleset. Hal ini bisa menimbulkan kejutan karena keputusan investasi bisa dipengaruhi aspek politik,” demikian catatan Fitch.
Biaya Impor Melonjak Jika Rupiah Terus Melemah
Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan tekanan inflasi, terutama dari sisi impor energi dan bahan baku. Kenaikan biaya impor dapat berdampak pada harga barang konsumsi dan biaya produksi industri.
Volatilitas nilai tukar juga berisiko menahan aliran modal asing. Investor cenderung menunggu kejelasan arah suku bunga global serta stabilitas kebijakan domestik sebelum mengambil posisi.
Sektor yang sensitif terhadap kurs seperti manufaktur berbasis impor dan energi diperkirakan akan menghadapi tekanan biaya dalam jangka pendek.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









