ART Diteken, 1.819 Pos Tarif Produk RI Dapat Tarif 0 Persen

AKURAT.CO Kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia–Amerika Serikat (AS) resmi dituntaskan di Washington pada 20 Februari waktu setempat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa ART kali ini murni berfokus pada kerja sama perdagangan dan investasi, tanpa memuat klausul non-ekonomi seperti pertahanan atau isu geopolitik.
Dalam skema tarif resiprokal terbaru ini, sebanyak 1.819 pos tarif produk Indonesia memperoleh fasilitas tarif 0%, sementara tarif umum sebesar 19% tetap berlaku untuk produk di luar daftar tersebut.
Baca Juga: Tarif Bea Masuk Tekstil RI ke AS 0 Persen, Begini Dampaknya ke 4 Juta Pekerja
Kesepakatan dagang Indonesia–AS ini dinilai strategis di tengah dinamika proteksionisme global dan menjadi katalis baru bagi ekspor nasional, khususnya sektor tekstil, sawit, hingga komponen elektronik.
ART Indonesia–AS Fokus Murni Perdagangan
Airlangga memastikan substansi ART dengan AS berbeda dibandingkan perjanjian serupa dengan negara lain. Pemerintah AS disebut sepakat mencabut pasal-pasal yang tidak berkaitan langsung dengan kerja sama ekonomi.
Tarif Resiprokal 19 Persen, Namun 1.819 Produk Bebas Bea
Tekstil dan Garmen Dapat Skema Tarif 0 Persen Bersyarat
Penandatanganan di Washington
Apa Dampaknya bagi Ekspor Indonesia?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








