Akurat

Bos BI: Ekonomi Indonesia Salah Satu Yang Terbaik di Emerging Market

Hefriday | 28 Januari 2026, 20:56 WIB
Bos BI: Ekonomi Indonesia Salah Satu Yang Terbaik di Emerging Market

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) menegaskan kinerja ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tetap solid dan berdaya tahan meski dunia dibayangi gejolak ekonomi serta ketegangan geopolitik global. Hal ini tertuang dalam Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 yang resmi diluncurkan BI. 

Stabilitas inflasi yang terjaga, nilai tukar rupiah yang terkendali, serta sistem keuangan yang kuat menjadi fondasi utama ketahanan ekonomi nasional. Di saat banyak negara emerging market mengalami tekanan, Indonesia justru mampu menjaga pertumbuhan yang relatif tinggi dan stabil. 
 
Capaian ini tidak lepas dari bauran kebijakan moneter dan makroprudensial BI yang sinergis dengan program pemerintah, termasuk Asta Cita, serta percepatan digitalisasi sistem pembayaran yang menopang ekonomi digital nasional.

Kinerja Ekonomi Indonesia 2025 Diakui di Level Emerging Market

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan bahwa perekonomian nasional menunjukkan performa yang membanggakan sepanjang 2025.
 
 
“Alhamdulillah, kita patut bersyukur bahwa perekonomian Indonesia pada tahun 2025 tetap berkinerja baik dan menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat di tengah tingginya gejolak ekonomi dan geopolitik global,” ujar Perry dalam peluncuran LPI 2025 di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
 
BI menilai kinerja ekonomi Indonesia menjadi salah satu yang terbaik di kelompok Emerging Market Economies (EMEs), ditopang pertumbuhan yang relatif tinggi serta stabilitas makroekonomi yang terjaga.

Inflasi Terkendali dan Rupiah Stabil Jadi Fondasi Utama

Sepanjang 2025, inflasi Indonesia tetap berada dalam sasaran 2,5±1 persen, mencerminkan efektivitas kebijakan pengendalian harga. Di saat yang sama, nilai tukar rupiah terjaga stabil berkat komitmen kuat Bank Indonesia dalam menjaga ketahanan eksternal ekonomi nasional.
 
Stabilitas sistem keuangan juga tetap solid, tercermin dari permodalan perbankan yang kuat serta tingkat kredit bermasalah (NPL) yang rendah.

Digitalisasi Sistem Pembayaran Dorong Ekonomi Digital

BI mencatat akselerasi digitalisasi sistem pembayaran berlangsung pesat dan semakin memperkuat ekosistem ekonomi-keuangan digital nasional. Perkembangan ini dinilai berkontribusi langsung terhadap efisiensi transaksi, peningkatan produktivitas, serta pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025.
 
Menurut Perry, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan.
 
“Capaian positif ini adalah hasil sinergi kebijakan Bank Indonesia dengan pemerintah pusat dan daerah, serta otoritas terkait,” jelasnya.

6 Bauran Kebijakan BI 2025 untuk Jaga Stabilitas dan Pertumbuhan

Dalam LPI 2025, BI merinci enam kebijakan utama yang menjadi tulang punggung stabilitas ekonomi nasional.

1. BI-Rate Turun 125 bps ke Level Terendah Sejak 2022

BI menurunkan suku bunga kebijakan BI-Rate sebanyak lima kali dengan total penurunan 125 basis points (bps) menjadi 4,75 persen pada Desember 2025, level terendah sejak 2022.

2. Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Kebijakan stabilisasi rupiah terus diperkuat untuk menjaga ketahanan eksternal ekonomi nasional dari dampak rambatan gejolak global.

3. Ekspansi Likuiditas Moneter Pro-Market

BI melakukan ekspansi likuiditas melalui strategi operasi moneter pro-market guna memperkuat transmisi penurunan suku bunga, meningkatkan likuiditas, serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing (valas).

4. Pembelian SBN di Pasar Sekunder

Langkah pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder dilakukan sejalan dengan kebijakan moneter ekspansif untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.

5. Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM)

BI menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial kepada perbankan guna mendorong kredit dan pembiayaan ke sektor prioritas pemerintah dalam kerangka Asta Cita.

6. Akselerasi Sistem Pembayaran Digital

Percepatan sistem pembayaran digital diarahkan untuk mendorong efisiensi, produktivitas, serta pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan inklusif.

3 Pelajaran Penting dari Ketahanan Ekonomi 2025

Perry Warjiyo menekankan bahwa capaian ekonomi Indonesia 2025 memberikan tiga pelajaran utama.
 
Pertama, kebijakan makroekonomi yang konsisten dan berhati-hati terbukti menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
 
Kedua, sinergi kuat antara BI, pemerintah pusat dan daerah, serta Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) meningkatkan efektivitas dalam meredam dampak gejolak global.
 
Ketiga, keberhasilan kebijakan ditopang kombinasi kepemimpinan profesional, kompetensi perumusan kebijakan (book smart), pengalaman implementasi (street smart), serta integritas dan akhlak yang kuat (spiritual smart).

Optimisme ke Depan, Namun Tetap Waspada

Meski prospek ekonomi Indonesia dinilai semakin membaik, BI mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap ketidakpastian global yang masih berlanjut.
 
“Ke depan, kita harus tetap optimis sekaligus Eling lan Waspodo tetap sadar dan berhati-hati di tengah gejolak dunia yang masih akan terus berlanjut,” tegas Perry.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa