Profil Lengkap Thomas Djiwandono, Deputi Gubernur Baru BI
Hefriday | 28 Januari 2026, 14:45 WIB

AKURAT.CO Thomas Djiwandono resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026. Keputusan tersebut diambil melalui rapat musyawarah Komisi XI DPR RI dan akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR untuk mendapatkan persetujuan final.
Penunjukan ini menjadi sorotan karena Thomas saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sekaligus memiliki rekam jejak panjang di sektor keuangan, bisnis, dan kebijakan publik.
Nama Thomas Djiwandono juga menarik perhatian publik karena latar belakang keluarganya yang kuat di bidang ekonomi nasional serta kedekatannya dengan lingkar kekuasaan.
Baca Juga: Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI, Misbkahun: Pengalaman di Kebijakan Fiskal
Thomas dinilai memiliki kombinasi pengalaman teknokrat, korporasi, dan pemerintahan yang relevan dengan tantangan stabilitas moneter ke depan. Penunjukan Deputi Gubernur BI ini pun dinilai strategis di tengah dinamika global dan agenda penguatan kebijakan moneter domestik.
Thomas Djiwandono Disepakati Komisi XI DPR
Komisi XI DPR RI menyepakati penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI dalam rapat musyawarah mufakat yang digelar di Jakarta, Senin.
Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun menegaskan keputusan tersebut telah melalui proses internal sesuai mekanisme yang berlaku.
“Telah dilakukan kesepakatan melalui proses musyawarah mufakat dan kemudian dimasukkan dalam rapat internal di Komisi XI bahwa yang diputuskan untuk menjadi Deputi Gubernur BI pengganti Juda Agung yang mengundurkan diri adalah Thomas Djiwandono,” ujar Misbakhun di Kompleks Parlemen, Jakarta Senin (26/1/2026).
Menurut Misbakhun, hasil keputusan Komisi XI ini selanjutnya akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (27/1/2025) untuk memperoleh persetujuan resmi pimpinan DPR.
Profil Thomas Djiwandono: Latar Belakang Keluarga Ekonomi
Thomas Djiwandono lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ia merupakan putra pertama dari Soedradjad Djiwandono, Gubernur Bank Indonesia periode 1993–1998, serta Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo, kakak kandung Presiden Prabowo Subianto.
Meski tidak langsung menempuh pendidikan ekonomi sejak awal, lingkungan keluarga membuat Thomas akrab dengan isu kebijakan moneter dan perekonomian nasional sejak usia muda.
Pendidikan dan Awal Karier Jurnalistik
Thomas menempuh pendidikan sarjana di bidang Sejarah di Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat. Semasa kuliah, ia sempat menjalani magang sebagai wartawan di Majalah Tempo pada 1993.
Setelah lulus pada 1994, ia melanjutkan karier sebagai wartawan di Indonesia Business Weekly, sebelum akhirnya beralih ke sektor keuangan dan pasar modal.
Karier Keuangan dan Korporasi Internasional
Karier Thomas di dunia keuangan dimulai sebagai analis di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong, pada periode 1996–1999. Ia kemudian menjadi konsultan di Castle Asia, Jakarta, pada 1999–2000.
Untuk memperdalam keahliannya, Thomas melanjutkan studi magister di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies (SAIS), Washington DC, dengan fokus Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional, dan lulus pada 2003.
Dua Dekade di Arsari Group
Pada 2004, Thomas bergabung dengan PT Comexindo International, perusahaan perdagangan internasional yang merupakan bagian dari Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo.
Selama lebih dari 20 tahun, ia menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Direktur Pengembangan Bisnis, Deputi CEO, hingga CEO periode 2010–2024. Ia juga menjabat sebagai Deputi CEO Arsari Group sejak 2011 hingga 2024.
Peran Politik dan Pemerintahan
Selain berkiprah di sektor bisnis, Thomas juga aktif di dunia politik. Ia menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra sejak 2014, sebelum resmi mengundurkan diri dari kepengurusan partai pada 31 Desember 2025.
Dirinya juga terlibat dalam Tim Gugus Sinkronisasi Bidang Ekonomi dan Keuangan saat masa transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo ke Presiden Prabowo Subianto pada 2024.
Untuk mendukung kesinambungan kebijakan fiskal, Presiden Jokowi melantik Thomas sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 18 Juli 2024, jabatan yang terus ia emban hingga era pemerintahan Prabowo-Gibran.
Proses Penunjukan Deputi Gubernur BI
Pada 14 Januari 2026, Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto tiga nama calon Deputi Gubernur BI, yakni Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro.
Presiden Prabowo kemudian mengajukan ketiga nama tersebut kepada DPR RI untuk menjalani proses persetujuan sesuai dengan ketentuan undang-undang. Dari hasil pembahasan Komisi XI, Thomas Djiwandono akhirnya disepakati sebagai calon terpilih
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









