Yuan Menguat, Bank Sentral China Tegaskan Tak Perlu Depresiasi Mata Uang

AKURAT.CO Di tengah penguatan nilai tukar yuan, People’s Bank of China (PBOC) menegaskan tidak memiliki urgensi untuk melemahkan mata uangnya demi keunggulan kompetitif global. Bank sentral menilai stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas utama kebijakan moneter.
Wakil Gubernur PBOC, Zou Lan menjelaskan, apresiasi yuan dalam setahun terakhir lebih dipicu oleh faktor eksternal, seperti melemahnya dolar AS dan meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China.
"Oleh sebab itu, penguatan tersebut bukan hasil dari perubahan kebijakan fundamental," tegasnya dikutip dari laman reuters.
Baca Juga: PBoC Tambah Cadangan Emas di Tengah Tren Dedolarisasi
Diketahui Yuan tercatat menguat signifikan dan menembus level psikologis 7 per dolar AS untuk pertama kalinya sejak Mei 2023.
Pergerakan ini turut ditopang surplus perdagangan China yang terus meningkat, pemulihan ekonomi domestik, serta arus modal menjelang libur Tahun Baru Imlek.
Meski demikian, PBOC menegaskan komitmennya untuk mencegah pergerakan nilai tukar yang berlebihan. Bank sentral akan menjaga yuan tetap berada pada level yang dinilai seimbang dan wajar, sembari tetap memberi ruang bagi mekanisme pasar dalam menentukan kurs.
Dari sisi domestik, PBOC mencatat adanya perbaikan prospek inflasi. Zou menyebut, menjaga pemulihan harga yang moderat akan menjadi pertimbangan utama kebijakan moneter pada 2026, terutama untuk meredam risiko deflasi yang masih membayangi ekonomi terbesar kedua dunia.
Untuk memperkuat penyaluran kredit, PBOC juga menyiapkan tambahan pinjaman sebesar 500 miliar yuan bagi usaha kecil dan sektor pertanian.
Selain itu, bank sentral akan membentuk skema pinjaman ulang khusus bagi perusahaan swasta serta meningkatkan kuota pembiayaan inovasi teknologi.
Baca Juga: Di Hadapan IMF, PBoC Beberkan Strategi Moneter
Kombinasi kebijakan tersebut mencerminkan upaya PBOC menyeimbangkan stimulus ekonomi, stabilitas keuangan, dan kepercayaan pasar di tengah dinamika global yang terus berubah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan








