Akurat

Rupiah ke Level Rp16.700 an, Gubernur BI: Masih Sejalan dengan Negara Mitra Dagang dan Regional

Hefriday | 19 November 2025, 16:56 WIB
Rupiah ke Level Rp16.700 an, Gubernur BI: Masih Sejalan dengan Negara Mitra Dagang dan Regional

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa nilai tukar rupiah masih berada pada level yang terjaga meski tekanan dari ketidakpastian pasar keuangan global terus meningkat. 

Kondisi tersebut tercermin dari pergerakan rupiah yang menunjukkan pelemahan terbatas sepanjang pertengahan November.
 
Pada 18 November 2025, rupiah tercatat diperdagangkan di kisaran Rp16.735 per USD. Angka itu turun sekitar 0,69% secara point-to-point dibandingkan posisi akhir Oktober 2025. Bank sentral menilai pelemahan ini tidak terlepas dari dinamika eksternal yang juga menekan sejumlah mata uang negara Asia lainnya.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa seluruh mata uang di kawasan menghadapi tekanan serupa akibat ketidakpastian investor global. Faktor pendorongnya antara lain perubahan ekspektasi suku bunga bank sentral negara maju serta meningkatnya risiko geopolitik.
 
“Pergerakan rupiah masih sejalan dengan perkembangan mata uang regional dan negara mitra dagang Indonesia,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (19/11/2025). 
 
 
Untuk menjaga stabilitas rupiah, BI meningkatkan langkah intervensi di berbagai lini pasar. Instrumen intervensi dilakukan tidak hanya melalui transaksi spot, tetapi juga melalui mekanisme non-deliverable forward (NDF) di pasar luar negeri maupun domestik.
 
Selain itu, BI melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menambah likuiditas dan meredam volatilitas nilai tukar. Langkah ini disebut efektif dalam meredam gejolak ketika tekanan eksternal meningkat.
 
Perry menambahkan bahwa stabilitas rupiah turut ditopang oleh peningkatan pasokan valuta asing. 
 
Hal itu didorong oleh ekspor yang dikonversi ke rupiah seiring implementasi kebijakan penguatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Di sisi lain, pasokan valas dari korporasi juga menunjukkan perbaikan.
 
“Arus valas yang masuk dari eksportir dan pelaku usaha membantu menjaga nilai tukar tetap terkendali,” kata Perry.
 
BI memastikan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi yang terukur dan berlapis. Bank sentral menyatakan akan tetap aktif di pasar spot, pasar off-shore NDF, maupun pasar DNDF domestik.
 
Intervensi SBN juga akan dilanjutkan untuk menopang efektivitas kebijakan moneter dan memastikan target inflasi tetap terjaga dalam rentang sasaran. Dengan bauran kebijakan tersebut, BI optimistis prospek rupiah tetap stabil.
 
“Nilai tukar rupiah diprakirakan stabil berkat imbal hasil aset domestik yang masih menarik, inflasi yang terjaga rendah, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid,” tutur Perry.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa