Akurat

BI: Redenominasi Tak Pengaruhi Daya Beli Rupiah

Hefriday | 10 November 2025, 15:50 WIB
BI: Redenominasi Tak Pengaruhi Daya Beli Rupiah

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa rencana redenominasi Rupiah tidak akan mengurangi daya beli maupun nilai tukar Rupiah terhadap barang dan jasa.

Penegasan tersebut disampaikan sebagai respons atas berbagai pertanyaan publik dan media mengenai perkembangan kebijakan redenominasi.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa redenominasi merupakan bentuk penyederhanaan digit pada nominal Rupiah yang bertujuan meningkatkan efisiensi transaksi serta memperkuat kredibilitas mata uang nasional.

Baca Juga: Rupiah Melemah Tipis, BI Siapkan Strategi Jaga Stabilitas Pasar

Dirinya menekankan bahwa kebijakan ini merupakan langkah strategis sekaligus bagian dari modernisasi sistem pembayaran Indonesia.

“Redenominasi adalah penyederhanaan jumlah digit pada pecahan Rupiah tanpa mengurangi daya beli masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat mendukung efisiensi transaksi dan memperkuat persepsi positif terhadap Rupiah,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (10/11/2025).

Menurut BI, proses redenominasi dirancang secara hati-hati dan melibatkan koordinasi erat antarinstansi terkait.

Rancangan Undang-Undang (RUU) Redenominasi telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Jangka Menengah 2025–2029 sebagai RUU inisiatif Pemerintah atas usulan Bank Indonesia.

Pembahasan lebih lanjut akan dilakukan bersama Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat.

Baca Juga: Modal Asing Kabur Rp4,58 T, BI Jaga Ketahanan Ekonomi Nasional

BI juga menegaskan bahwa pelaksanaan redenominasi akan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari stabilitas politik dan ekonomi hingga kesiapan teknis, termasuk regulasi, logistik, serta sistem teknologi informasi.

Selama proses berlangsung, BI memastikan fokus utama tetap pada stabilitas nilai Rupiah dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Implementasi akan dilakukan pada waktu yang tepat dengan memperhitungkan kondisi politik, ekonomi, sosial, serta kesiapan seluruh infrastruktur pendukung,” kata Ramdan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi