Rangsang Perekonomian Pedesaan, Pemerintah Perluas Hilirisasi Lewat Program Desa Merah Putih
Yosi Winosa | 28 Oktober 2025, 16:11 WIB

AKURAT.CO Pemerintah tengah menyiapkan arah baru industrialisasi berbasis pangan dan energi yang berakar dari desa.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut kebijakan ini sebagai bentuk “koreksi besar” terhadap sistem pasar bebas yang telah berjalan lebih dari dua dekade.
“Kalau selama 28 tahun kita ikut pasar bebas, sekarang mulai ditata. Negara harus kuat, industri harus hidup, dan pangan harus berdaulat,” ujarnya di acara Sarasehan 100 Ekonom di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Menurut Zulkifli, pemerintah telah melahirkan sejumlah kebijakan hilirisasi, mulai dari pupuk, petrokimia, hingga pangan.
Salah satu langkah konkret adalah pembangunan “Desa Merah Putih”, yaitu program ekonomi berbasis koperasi dan gudang pangan di tingkat lokal.
“Kalau petani punya gabah, jagung, atau telur, koperasi desa bisa membeli dan menyimpannya. Gudang itu menjadi off-taker bagi hasil produksi rakyat,” jelasnya.
Dengan demikian, rantai distribusi menjadi lebih pendek dan harga di tingkat petani lebih stabil.
Pemerintah juga berencana mengembangkan bioenergi berbasis singkong dan jagung untuk mendukung kebutuhan etanol nasional.
“Kalau program E10 jalan, tidak akan ada lahan kosong. Harga singkong naik, petani hidup. Ini pemberdayaan nyata,” kata Zulkifli.
Zulhas menambahkan, satu hektar lahan tanaman singkong bisa menghasilkan pendapatan Rp75–80 juta per tahun. “Asal ada pembeli tetap, seperti pabrik etanol, ekonomi desa akan berputar cepat,” tegasnya.
Selain pangan, pemerintah juga mendorong proyek energi bersih berbasis sampah. “Listrik dari sampah atau waste to energy yang dulu izinnya bisa 12 tahun, sekarang kita percepat. Dalam tiga bulan, tujuh izin sudah keluar,” katanya.
Zulkifli menilai, langkah-langkah percepatan ini hanya bisa berhasil jika semua pihak bekerja tanpa konflik kepentingan.
“Kita buktikan di Papua, proyek besar yang macet 10 tahun bisa selesai dalam tiga minggu kalau semua sepakat untuk Merah Putih,” ujarnya.
Dengan kombinasi hilirisasi pangan, bioenergi, dan pemberdayaan desa, pemerintah berharap ekonomi nasional tumbuh dari bawah.
“Kemandirian pangan bukan sekadar soal beras, tapi soal bagaimana rakyat menjadi produsen utama dalam ekonomi bangsa,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










