Akurat

Bertahap, Purbaya Ingin Investasi oleh Danantara Naik hingga 2029

Hefriday | 10 September 2025, 16:45 WIB
Bertahap, Purbaya Ingin Investasi oleh Danantara Naik hingga 2029

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kontribusi investasi Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) secara konsisten hingga tahun 2029.

Hal itu ia sampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/9/2025). Menurut Purbaya, percepatan investasi menjadi kunci penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi.

Ia menilai ketergantungan pembangunan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semata tidak cukup, sehingga peran swasta dan Danantara sebagai sovereign wealth fund harus diperkuat.

“Ke depan, diharapkan kontribusi investasi dari Danantara terus meningkat hingga 2029, sejalan dengan meningkatnya kontribusi swasta,” ujar Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya menekankan bahwa investasi strategis yang dilakukan Danantara akan diarahkan pada sektor-sektor produktif dengan nilai tambah tinggi.
 
 
Tujuannya adalah memperluas kesempatan kerja, meningkatkan daya saing, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara merata.

Dalam strategi tersebut, pemerintah melalui APBN tetap hadir sebagai katalis. Anggaran negara akan berfungsi untuk membuka ruang partisipasi swasta dan memperkuat kepercayaan investor, khususnya dalam proyek-proyek prioritas.

“APBN akan terus diarahkan untuk proyek yang memiliki daya ungkit besar terhadap pertumbuhan ekonomi, seperti perumahan, ketahanan pangan, ketahanan energi, serta sarana pendidikan dan kesehatan,” jelasnya.

Purbaya juga menyinggung proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang tercermin dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2026.
 
Produk Domestik Bruto (PDB) ditargetkan tumbuh 5,4%, lebih tinggi dibandingkan target dalam APBN 2025 yang sebesar 5,2%.

Namun, ia mengingatkan bahwa proyeksi pertumbuhan investasi justru melambat, dari 5,5 persen pada tahun ini menjadi 5,2% pada tahun depan.
 
Sebaliknya, konsumsi rumah tangga diprediksi menguat dari 5,0% menjadi 5,2%, sedangkan ekspor meningkat signifikan dari 5,4% menjadi 6,7%.

Sementara itu, dari sisi sektoral, pemerintah menargetkan pertanian tumbuh 4,1%, industri manufaktur 5,2%, serta informasi dan komunikasi mencapai 8,0% pada 2026.
 
Ketiga sektor tersebut diharapkan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.

Purbaya menegaskan bahwa kombinasi antara kontribusi APBN, peran aktif swasta, serta pengelolaan investasi Danantara yang tepat sasaran akan menjadi fondasi kuat bagi ekonomi Indonesia.
 
Dengan sinergi tersebut, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan dapat tercapai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa