AKURAT.CO Mata uang rupiah ditutup melemah tipis 1,5 poin (0,01%) ke level Rp16.415,5 pada perdagangan Rabu (3/9/2025) usai ditekan sejumlah sentimen eksternal dan internal.
Pengamat Komoditas dan Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan dari sisi eksternal, pengadilan banding AS memutuskan bahwa sebagian besar tarif perdagangan Presiden Donald Trump ilegal, dan ia hanya dapat mempertahankannya hingga pertengahan Oktober.
Trump mengecam putusan tersebut dan mengatakan akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung. Namun, putusan lebih lanjut yang menentang tarif Trump dapat memaksa Washington untuk menegosiasikan ulang kesepakatan perdagangan baru-baru ini, yang menandakan lebih banyak gangguan dalam perdagangan global.
Data tersebut kemungkinan akan menjadi faktor dalam rencana Federal Reserve untuk memangkas suku bunga. Kontrak berjangka dana Fed memperkirakan peluang lebih dari 90% bahwa Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin akhir bulan ini, menurut CME Fedwatch.
Baca Juga: Rupiah Menguat Tajam 0,49% ke Rp16.418, Andil Operasi Moneter BI?
"Meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga juga telah mendorong pasar logam dalam beberapa pekan terakhir," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Rabu (3/9/2025).
Pada Rabu pagi, Beijing juga menggelar parade militer terbesarnya untuk memperingati 80 tahun kekalahan Jepang di akhir Perang Dunia II. Parade ini menampilkan pemimpin China, Xi Jinping, didampingi oleh Vladimir Putin dari Rusia dan Kim Jong Un dari Korea Utara.
Acara ini menyusul KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) yang berlangsung dari 31 Agustus hingga 1 September, dimana China mengajukan visinya untuk tatanan keamanan dan ekonomi global baru, sebuah tantangan langsung terhadap AS. Para analis mengatakan hal ini dapat mendorong Trump untuk bereaksi dengan sanksi sekunder yang lebih berat.
Fokus juga tertuju pada potensi perundingan perdagangan bilateral antara India dan AS, setelah Washington mengenakan tarif 50% kepada negara Asia Selatan tersebut atas pembelian minyak Rusia.
Pengawasan AS mengundang sanksi Eropa terhadap kilang minyak utama India, yang dapat semakin mengganggu pasokan global. Arab Saudi dan Irak terlihat menghentikan pengiriman minyak ke kilang minyak India, Nayara, minggu ini.
Sentimen Internal
Dari sisi internal, Bank Indonesia (BI) optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% yang tertuang dalam asumsi makro pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 bisa dicapai dengan sinergi kebijakan pemerintah dan bank sentral.
BI sendiri memprakirakan ekonomi Indonesia pada 2026 tumbuh dalam kisaran 4,7 persen sampai dengan 5,5%. Berdasarkan perhitungan bank sentral, ditambah dengan tren laju penurunan suku bunga acuan (BI-Rate), kecenderungan pertumbuhan ekonomi tahun depan akan mencapai 5,3%.
Meski begitu, bank sentral optimistis pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,4 persen pada 2026 karena didukung dengan kebijakan fiskal serta mempertimbangkan berbagai kebijakan atau program yang dijalankan pemerintah untuk mendorong sektor riil.
Oleh karena itu, dengan dukungan ekspor dan juga peningkatan sektor-sektor di dalam negeri, baik untuk perdagangan, transportasi, maupun jasa, juga industri makanan-minuman maupun juga sektor-sektor lain, maka kegiatan ekonomi semakin menggeliat dan bisa menopang pertumbuhan ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









