Akurat

Rupiah Menguat Tajam 0,49% ke Rp16.418, Andil Operasi Moneter BI?

M. Rahman | 1 September 2025, 17:05 WIB
Rupiah Menguat Tajam 0,49% ke Rp16.418, Andil Operasi Moneter BI?

AKURAT.CO Rupiah ditutup menguat tajam 81 poin (0,49%) 75 ke level Rp16.418 pada perdagangan Senin (1/9/2025), tertinggi di Asia, berdasarkan data dari Bloomberg.

Sebagai bandingan, baht Thailand terapresiasi 0,29%, lalu menguatnya rupee India 0,07%, dolar Singapura 0,05%, dan yen Jepang menguat 0,01%. Sementara won Korea 0,2%, lalu peso Filipina 0,13%, dolar Taiwan 0,08%, kemudian yuan China melemah 0,04%, dan dolar Hong Kong terdepresiasi 0,01%.

Pengamat Komoditas dan Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan dari sisi eksternal, investor meningkatkan taruhan mereka pada penurunan suku bunga pada bulan September setelah indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi AS terbaru sebagian besar sesuai dengan perkiraan. Menurut perangkat CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini mendekati 90%.

Baca Juga: Rupiah Ambruk 0,9 Persen ke Rp16.499,5 Buntut Kerusuhan Demo

Biaya pinjaman yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang aset non-imbal hasil seperti emas, sehingga membuatnya menarik. Perhatian kini beralih ke data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis akhir pekan ini. Laporan penggajian non-pertanian yang lemah dapat memperkuat argumen untuk pelonggaran jangka pendek, sementara data yang lebih kuat dapat memaksa investor untuk mengurangi ekspektasi.

Pengadilan banding AS pekan lalu memutuskan bahwa banyak tarif era Trump adalah ilegal, menimbulkan pertanyaan tentang masa depan bea atas impor Tiongkok senilai ratusan miliar dolar. Pengadilan mempertahankan tarif hingga 14 Oktober untuk memberi waktu bagi pemerintahan Trump untuk mengajukan banding ke Mahkamah Agung AS.

"Investor juga tetap waspada terhadap tanda-tanda tekanan politik terhadap bank sentral AS. Presiden Donald Trump pekan lalu berupaya memberhentikan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook, dengan alasan dugaan penipuan hipotek pada tahun 2021. Cook telah menolak wewenang Trump untuk memberhentikannya dan telah mengajukan gugatan hukum yang menentang pemecatan tersebut," ujarnya, Senin (1/9/2025).

Selain itu, presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada hari Minggu berjanji untuk membalas dengan memerintahkan lebih banyak serangan jauh di dalam Rusia setelah serangan pesawat tak berawak Rusia terhadap fasilitas listrik di Ukraina utara dan selatan. Kedua negara telah mengintensifkan serangan udara dalam beberapa pekan terakhir, menargetkan infrastruktur energi dan mengganggu ekspor minyak Rusia.

Sentimen Internal

Dari internal, Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur Indonesia versi S&P Global naik ke 51,5 pada Agustus 2025 dari 49,2 pada bulan sebelumnya, mencatat level tertinggi sejak Maret. Angka ini juga menandai ekspansi pertama dalam lima bulan terakhir, didorong oleh rebound output dan pesanan baru setelah empat bulan berturut-turut melemah.

Permintaan luar negeri tercatat tumbuh paling tinggi sejak September 2023. Di sisi ketenagakerjaan, sektor manufaktur berhasil menambah tenaga kerja secara moderat, mengakhiri tren penurunan lapangan kerja selama tiga bulan. Beban kerja perusahaan juga tetap terkendali dengan penurunan tumpukan pesanan selama lima bulan beruntun.

Aktivitas pembelian meningkat sehingga persediaan bahan baku bertambah. Sementara itu, waktu pengiriman relatif tidak berubah meski terdapat gangguan pengiriman di beberapa jalur. Dari sisi harga, inflasi biaya input tetap solid namun masih di bawah rata-rata jangka panjang dan mendekati level terendah lima tahun. Namun, penguatan dolar AS mendorong kenaikan harga bahan baku impor.

Selain itu, Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar USD4,17 miliar pada Juli 2025. Surplus ini merupakan surplus yang dicetak Indonesia selama 63 bulan beruntun sejak Mei 2020. BPS juga mencatat neraca perdagangan komoditas migas mengalami defisit USD1,58 miliar dengan komoditas penyumbang defisit adalah hasil minyak dan minyak mentah. Kemudian, BPS mencatat Indonesia deflasi 0,08% pada Agustus 2025.

Sebelumnya Bank Indonesia (BI) menyatakan bakal terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan kecukupan likuiditas rupiah."Bank Indonesia berada di pasar untuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai nilai fundamentalnya melalui mekanisme pasar yang berjalan dengan baik," kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea dalam keterangan tertulis, Senin (1/9/2025).

Erwin menjelaskan, dalam kaitan ini, bank sentral terus memperkuat langkah-langkah stabilisasi, termasuk intervensi NDF di pasar off-shore dan intervensi di pasar odomestik lewat transaksi spot, DNDF, SBN di pasar sekunder. ''Bank Indonesia juga menjaga kecukupan likuiditas rupiah dengan membuka akses likuiditas kepada perbankan melalui transaksi repo, transaksi FX swap dan pembelian SBN di pasar sekunder, serta lending/financing facility," imbuhnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa