Apresiasi Pemangkasan BI Rate, Misbakhun: Perkuat Daya Dorong Perekonomian Lewat Konsumsi dan Investasi
Yosi Winosa | 23 Agustus 2025, 14:59 WIB

AKURAT.CO Bank Indonesia mengambil langkah tegas untuk memangkas suku bunga acuan (BI Rate). Hal ini dilakukan tidak lain untuk mendukung perekonomian Indonesia.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengapresiasi langkah Bank Indonesia (BI) yang memangkas suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5% pada Agustus 2025.
Menurutnya, keputusan tersebut mencerminkan komitmen BI menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.
“Langkah ini memberi sinyal positif untuk memperkuat daya dorong perekonomian, terutama melalui peningkatan konsumsi masyarakat dan pembiayaan investasi,” ujar Misbakhun dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (23/8/2025).
Misbakhun menilai kebijakan BI tersebut berpotensi menjadi stimulus bagi perekonomian nasional, khususnya melalui peningkatan daya beli dan ekspansi sektor usaha.
Menurutnya, pemangkasan bunga acuan bisa memicu penurunan biaya pinjaman, sehingga masyarakat maupun pelaku usaha lebih mudah mengakses pembiayaan.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa efektivitas kebijakan moneter tidak boleh berhenti pada level makro semata. “Yang paling penting adalah bagaimana kebijakan ini benar-benar sampai pada sektor riil dan langsung menyentuh kebutuhan rakyat,” tegasnya.
Politikus Partai Golkar ini menyoroti masih rendahnya daya beli masyarakat akibat tekanan harga pangan dan energi.
Menurutnya, penurunan suku bunga harus berdampak nyata pada penurunan biaya kredit konsumsi rumah tangga, agar masyarakat lebih leluasa memenuhi kebutuhan hidupnya.
“Daya beli masyarakat kita masih belum sepenuhnya pulih. Karena itu, penurunan bunga harus membantu rumah tangga mendapatkan ruang bernapas lebih longgar,” ujarnya.
Selain konsumsi rumah tangga, Misbakhun menekankan pentingnya akses pembiayaan murah bagi UMKM dan sektor informal. Ia menyebut kedua sektor tersebut sebagai tulang punggung ekonomi nasional yang harus mendapat perhatian serius dari perbankan.
“BI bersama perbankan perlu memastikan UMKM benar-benar bisa menikmati bunga kredit yang lebih rendah. Jangan sampai kebijakan ini hanya dirasakan sektor besar, sementara usaha kecil tetap terbebani bunga mahal,” jelasnya.
Misbakhun menegaskan bahwa ukuran keberhasilan kebijakan moneter adalah sejauh mana dampaknya dirasakan masyarakat luas.
Ia berharap BI mampu mengawasi agar perbankan tidak hanya mengalihkan penurunan bunga ke korporasi besar, melainkan juga menyentuh usaha rakyat.
“Kebijakan moneter yang efektif adalah yang mampu menggerakkan sektor riil, menciptakan lapangan kerja, dan menjaga kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Sebagai Ketua Komisi XI, Misbakhun memastikan DPR akan terus mengawal kebijakan moneter agar selaras dengan kebutuhan rakyat.
Ia menegaskan fungsi pengawasan akan diarahkan untuk memastikan koordinasi yang baik antara BI, OJK, dan perbankan dalam menyalurkan manfaat penurunan suku bunga.
“Komisi XI akan mengawal agar kebijakan ini mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus melindungi kepentingan masyarakat kecil,” katanya.
Misbakhun optimistis langkah BI dapat memberikan dampak jangka panjang bagi ketahanan ekonomi nasional.
Dengan bunga kredit yang lebih rendah, investasi diharapkan meningkat, UMKM lebih berdaya, dan rumah tangga bisa menjaga konsumsi mereka di tengah tekanan global.
“Penurunan suku bunga ini harus dirasakan langsung oleh rakyat, baik oleh pelaku UMKM maupun rumah tangga kelas menengah ke bawah. Itulah ukuran keberhasilan kebijakan moneter yang sesungguhnya,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










