Akurat

Bos LPS Sebut Permintaan Domestik Jadi Perisai Indonesia dari Risiko Global

Demi Ermansyah | 7 Agustus 2025, 22:00 WIB
Bos LPS Sebut Permintaan Domestik Jadi Perisai Indonesia dari Risiko Global

AKURAT.CO  Kekuatan permintaan domestik (Domestic Demand) menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional ditengah ketidakpastian gobal.

Menurut Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kontribusi permintaan domestik terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II 2025 mencapai 62,53%.

Angka ini mencakup konsumsi rumah tangga, lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT), serta belanja pemerintah.

Baca Juga: Transmisi Moneter Menguat, LPS Turunkan TBP Dorong Kredit dan DPK

“Total kontribusi domestic demand yang besar akan dapat meredam gejolak eksternal,” ujar Purbaya.

Selain itu, pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) juga mencatat kinerja positif sebesar 6,99% secara tahunan.

Kinerja tersebut dinilai mampu mengimbangi perlambatan belanja pemerintah, serta menjadi indikator bahwa aktivitas investasi domestik terus menunjukkan tren ekspansif.

Purbaya menegaskan bahwa ekonomi Indonesia memiliki ketahanan struktural yang kuat, terutama karena ketergantungannya yang relatif kecil terhadap permintaan eksternal.

Hal ini menjadi modal penting dalam menghadapi potensi perlambatan ekonomi global, geopolitik, hingga perubahan iklim.

Baca Juga: LPS Sesuaikan Bunga Penjaminan Dukung Transmisi Kebijakan Moneter

“Ekonomi nasional kuat dan berdaulat, bertumpu pada kekuatan konsumsi dan bonus demografi,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.