Akurat

Indonesia dan Australia Jalin Kerja Sama Kesehatan Lewat Program KITA SEHAT

Hefriday | 5 Agustus 2025, 19:40 WIB
Indonesia dan Australia Jalin Kerja Sama Kesehatan Lewat Program KITA SEHAT

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia dan Australia secara resmi menandatangani kerja sama strategis baru di bidang kesehatan melalui program Australia–Indonesia Partnership for Health Transformation atau dikenal dengan nama KITA SEHAT.

Kemitraan ini ditujukan untuk memperkuat transformasi sistem kesehatan nasional Indonesia melalui pendekatan jangka panjang dan berbasis kolaborasi lintas sektor.

Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut berlangsung pada Selasa (5/8/2025) di Jakarta, dan menandai awal dari implementasi program yang akan berlangsung selama delapan tahun, dengan fase pertama dijadwalkan pada periode 2025 hingga 2029.

Total nilai investasi untuk program ini mencapai AUD100 juta, yang menjadi wujud komitmen kedua negara dalam memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Emas 2045, Kadin Dukung Digitalisasi Infrastruktur

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dalam keterangan resminya mengatakan bahwa kemitraan ini adalah langkah maju dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia–Australia, terutama dalam bidang kesehatan.

“Penandatanganan kerja sama ini menandai babak baru dalam hubungan strategis Indonesia–Australia di bidang kesehatan,” ujarnya.

Program KITA SEHAT tidak hanya ditujukan untuk menangani isu-isu kesehatan saat ini, tetapi juga berfungsi sebagai katalisator dalam transformasi sistem kesehatan Indonesia jangka panjang.

Bappenas memastikan program ini akan berjalan selaras dengan arah pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung target-target yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Baca Juga: Bappenas Dorong Masterplan PPU Jadi Penyangga Strategis IKN

KITA SEHAT mengusung pendekatan intervensi terintegrasi, dengan pelaksanaan program yang akan difokuskan di beberapa daerah sebagai lokus utama. Pendekatan ini bertujuan agar dampak program dapat lebih terukur dan memberikan perbaikan langsung terhadap layanan serta akses kesehatan bagi masyarakat di wilayah-wilayah tersebut.

Secara garis besar, program ini menargetkan empat hasil utama, yakni penguatan kebijakan dan layanan kesehatan primer; peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan termasuk penanganan stunting, gizi buruk, dan layanan bagi kelompok marginal; pengembangan tenaga kesehatan baik manusia maupun hewan; serta penguatan sistem keamanan kesehatan yang tangguh dan responsif terhadap berbagai ancaman.

Pemerintah Indonesia menyambut baik pendekatan komprehensif yang dibawa dalam program KITA SEHAT. Dalam pelaksanaannya, Bappenas akan memainkan peran kunci dalam memperkuat sinergi kebijakan, serta memastikan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan membawa perbaikan nyata terhadap derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

“Kami ingin terus memperkuat kolaborasi ini, tidak hanya untuk hari ini dan generasi sekarang, tetapi juga demi masa depan dan generasi yang akan datang,” tegas Menteri PPN.

Sementara itu, Menteri Pembangunan Internasional, Usaha Kecil, dan Urusan Multikultural Australia, Anne Aly, menyatakan bahwa kemitraan Indonesia–Australia di bidang kesehatan telah memiliki sejarah panjang, dan melalui program KITA SEHAT, hubungan tersebut akan semakin diperkuat.

“Kemitraan ini akan mendorong kesejahteraan dan ketahanan keluarga serta komunitas di seluruh Indonesia,” ujar Anne Aly.

Dengan cakupan kerja sama yang luas, termasuk pengembangan tenaga medis dan veteriner, KITA SEHAT juga mengadopsi pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai salah satu fondasi utama dalam menciptakan sistem kesehatan nasional yang berkelanjutan dan adaptif.

Diharapkan melalui program ini, Indonesia dapat mempercepat pencapaian target-target kesehatan nasional, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan.

Kerja sama ini juga membuka peluang lebih luas untuk transfer teknologi, pertukaran keahlian, dan penguatan kapasitas institusi kesehatan di Indonesia melalui dukungan Australia yang berpengalaman dalam sektor serupa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi