BPS: Dampak Nyata Stimulus Ekonomi Masih Perlu Kajian Mendalam

AKURAT.CO Pemerintah telah menyalurkan paket stimulus ekonomi sebesar Rp24,4 triliun sepanjang Juni hingga Juli 2025. Meski sejumlah sektor mulai menunjukkan dampak positif, efektivitas stimulus terhadap daya beli masyarakat secara keseluruhan masih menjadi tanda tanya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini, menilai bahwa stimulus transportasi seperti diskon tiket pesawat, kereta api, dan angkutan laut memang telah memberikan efek deflasi pada sektor terkait.
Namun, untuk stimulus di sektor lain, dampaknya terhadap daya beli belum bisa dipastikan.
“Dampak dari stimulus lainnya selain diskon tarif transportasi dan tol terhadap daya beli ini belum bisa kami jawab secara langsung karena memerlukan kajian lebih lanjut,” ujar Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (1/8/2025).
Baca Juga: BPS: Fenomena Rojali Bisa Jadi Alarm Sosial, Bukan Hanya Gaya Hidup
BPS mencatat inflasi bulanan sebesar 0,3% pada Juli 2025 dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,27 menjadi 108,60. Sementara secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 2,37%.
Kenaikan IHK ini menunjukkan bahwa meski sektor transportasi mengalami deflasi, tekanan harga dari kelompok lain masih mendorong inflasi secara keseluruhan.
Pudji menekankan pentingnya analisis mendalam untuk mengevaluasi dampak penuh dari paket stimulus terhadap konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat.
“Apakah ini akan memengaruhi daya beli masyarakat secara menyeluruh, masih harus dikaji,” katanya.
Baca Juga: Celios Desak Reformasi Data Kemiskinan, Kritik Metode BPS yang Sudah Usang
Pemerintah diharapkan terus memantau dan menyesuaikan arah kebijakan stimulus agar mampu menjangkau sektor-sektor strategis lainnya demi menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









